PEMERINTAH Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, membangun desanya berbasis kebutuhan warga. Keamanan, peningkatan kualitas infrastruktur dan ketahanan pangan bertahap diwujudkan.
Wilayah Desa Bulujaran Kidul cukup luas. Karenanya, keamanan desa menjadi salah satu perhatian serius pemerintah desa. Banyak ruas jalan desa membentang melintasi tengah-tengah permukiman dan pertanian milik warga.
Sejauh ini, masih ada sejumlah jalan yang belum dilengkapi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Kondisi ini membuat jalan lebih gelap dan mengkhawatirkan. Karenanya, Pemerintah Desa Bulujaran Kidul secara bertahap melengkapi seluruh ruas jalan poros desa dengan PJU. “Pengadaan PJU di ruas jalan kami lakukan,” ujar Bendahara Desa Bulujaran Kidul Marzuki.
Pemerintah desa telah mendata jalan poros desa yang minim PJU. Baik jalan permukiman penduduk maupun jalan pertanian. Tahun ini pemerintah desa melakukan pengadaan 42 unit PJU. Puluhan penerangan jalan itu dipasang di jalan RT 7/RW 1, Dusun Komirian sampai RT 4/RW 2, Dusun Karang Tengah. Dengan panjang ruas jalan 1 kilometer.
PJU ini menggunakan listrik jaringan. Tenaga listrik ini dipilih karena dianggap cocok dengan lingkungan sekitar dan lebih aman. Pemeliharaannya juga mudah.
Pemasangan PJU masing-masing memiliki jarak 20 meter. Dengan jarak tersebut, paparan cahaya lampu akan menerangi setiap sudut jalan. Dengan adanya PJU, jalan desa menjadi terang. Warga tidak waswas lagi ketika melintasi pada malam hari.
“Pemerintah desa sebelumnya sudah pernah memasang PJU, tetapi karena terbentur anggaran, pengadaan dilakukan bertahap. Penerangan hanya dipasang di titik-titik rawan yang belum memiliki penerangan. Tahun ini semua ruas jalan tidak ber-PJU akan dipasang,” jelasnya. (ar/rud/*)
Berharap PADes dari Penggemukan Sapi
PROGRAM ketahanan pangan akan mendapatkan hasil maksimal jika dilakukan secara berkelanjutan. Demi mewujudkannya, tentu perlu dilakukan perencanaan dan persiapan matang.
“Ketahanan pangan berbasis potensi desa dapat memberikan hasil yang maksimal. Karena itulah, pemerintah desa merealisasikan Program Ketahanan Pangan Penggemukan Sapi,” ujar Kepala Desa Bulujaran Kidul Poniman.
Program ini dipilih setelah pemerintah desa melakukan sejumlah pertimbangan. Mulai dari ketersediaan pakan hingga sumber daya manusia (SDM)-nya.
Dengan suntikan anggaran Rp 190 juta, pemerintah desa mantap untuk merealisasikannya. Anggaran ini nantinya akan digunakan untuk pengadaan sapi yang akan digemukkan. Juga sebagai biaya operasional, seperti kebutuhan pakan dan vitamin ternak. “Pengelolaannya dilakukan oleh BUMDes bekerja sama dengan warga. Dengan sistem bagi hasil,” tuturnya.
Poniman mengatakan, ketahanan pangan sapi yang telah direalisasikan saat ini masih belum tuntas. Baru 60 persen dari rencana yang telah disusun. Kekurangannya akan dilanjutkan pada tahap berikutnya hingga mencapai 100 persen.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggemukan sapi. Salah satunya ketersediaan pakan. “Penggemukan sapi kami pilih karena prospeknya bagus. Mudah-mudahan nanti mampu menghasilkan PADes (pendapatan asli desa),” harapnya. (ar/rud/*)
Perhatikan Akses Lalu Lintas Fasilitas Pendidikan
INFRASTRUKTUR turut menjadi sasaran pembangunan Pemerintah Desa Bulujaran Kidul. Pasalnya, masih banyak infrastruktur yang kondisinya belum layak, sehingga perlu dibangun.
Bendahara Desa Bulujaran Kidul Marzuki mengatakan, infrastruktur yang menjadi sasaran pembangunan saat ini adalah jembatan. Lokasinya di RT 14/RW 2, Dusun Kosambi. Jembatan ini segera dibangun karena kondisinya kurang layak. Hanya terbuat dari kayu dan bambu sebagai penyokong jembatan.
Pemerintah desa akan membangunnya dengan konstruksi beton. Dengan bentang panjang 9 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 11 meter. “Jembatan merupakan akses penting menuju fasilitas pendidikan SMPI Hikmatul Hasanah,” katanya.
Kondisi jembatan yang kurang layak ini sering dikeluhkan warga. Sebab, selain akses menuju fasilitas pendidikan, juga menjadi penghubung antardusun. Setidaknya terdapat 35 kepala keluarga yang sering memanfaatkannya. Ramainya pengguna jalan menjadi perhatian serius pemerintah desa.
“Sudah kami rencanakan, tinggal realisasinya. Akan kami bangun lebih kuat dan kokoh, sehingga pemanfaatannya bisa lebih lama,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Bulujaran Kidul juga akan merealisasikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini ada 3 rumah yang menjadi sasaran.
“Satu unit RTLH baru proses pembangunan di RT 7/RW 1, Dusun Komirian. Sisanya segera kami realisasikan. Kami berharap, dengan adanya RTLH, pemilik rumah bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman untuk ditinggali,” katanya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Pengadaan 42 unit PJU di RT 7/RW 1, Dusun Komirian sampai RT 4/RW 2, Dusun Karang Tengah;.
- Membangun jembatan di RT 14/RW 2, Dusun Kosambi.
- Membangun 3 unit RTLH.
- Ketahanan pangan penggemukan sapi.