Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BUMDes Singo Laut Milik Desa Kalibuntu Kraksaan di Probolinggo Dorong Ekonomi Nelayan

Agus Faiz Musleh • Senin, 14 Juli 2025 | 13:00 WIB

 

 

 

CUKUPI KEBUTUHAN AIR: Tandon yang dibangun di Dusun Duren untuk menunjang sarana air bersih di Kalibuntu.
CUKUPI KEBUTUHAN AIR: Tandon yang dibangun di Dusun Duren untuk menunjang sarana air bersih di Kalibuntu.

 

 

MENJAGA TRADISI: Kades Kalibuntu Khairul Anam (berudeng) bersama bupati, wakil bupati dan sejumlah dewan saat acara petik laut.

Pemerintah (Pemdes) Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, terus mendorong perekonomian masyarakat pesisir melalui inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Singo Laut. Salah satu program andalannya adalah kerjasama strategis dengan pemilik kapal untuk jual beli ikan segar secara langsung dari laut ke pedagang besar.

INI masuk pada program ketahanan pangan 20 Persen dana desa,” kata Kepala Desa Kalibuntu, Khairul Anam.

Pemdes menggelontorkan Rp 260 juta kepada BUMDes Singo Laut dalam pengadaan alat tangkap, mesin jalan, dan lampu penerangan. Termasuk dukungan operasional Anak Buah Kapal (ABK) selama enam bulan.

SUDAH LEBIH MULUS: Kepala Desa Kalibuntu, Khairul Anam (berkacamata) saat melihat pembangunan paving di desanya.
SUDAH LEBIH MULUS: Kepala Desa Kalibuntu, Khairul Anam (berkacamata) saat melihat pembangunan paving di desanya.

“BUMDes menyediakan alat. Nelayan yang bekerjasama dengan BUMDes lah yang bekerja. Kalau dapat hasil, misalnya dua kuintal ikan, langsung dijual melalui BUMDes. Jadi nelayan langsung dapat uang, dan BUMDes mendapat laba,” jelas Kepala Desa Kalibuntu, Khairul Anam.

Menariknya, nelayan tidak perlu repot menyimpan ikan karena penjualan dilakukan langsung kepada pedagang besar.

“Tidak butuh tempat penampungan. Dari laut langsung laku. Harga ikut pasaran saat itu. Ini jauh lebih efisien dan minim risiko,” tambahnya.

Program ini menjadi model kolaborasi produktif antara pemerintah desa dan masyarakat dalam pengelolaan hasil laut yang berkelanjutan. Selain meningkatkan pendapatan nelayan, program ini juga memperkuat posisi BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.

“Tujuan kami jelas, nelayan sejahtera, Bumdes berkembang, dan roda ekonomi desa terus berputar,” beber Khairul Anam.

Dengan pendekatan berbasis kemitraan dan efisiensi, Desa Kalibuntu membuktikan bahwa inovasi lokal mampu menjawab tantangan ekonomi masyarakat pesisir.

MENJAGA TRADISI: Kades Kalibuntu Khairul Anam (berudeng) bersama bupati, wakil bupati dan sejumlah dewan saat acara petik laut.
MENJAGA TRADISI: Kades Kalibuntu Khairul Anam (berudeng) bersama bupati, wakil bupati dan sejumlah dewan saat acara petik laut.

Bangun Infrastruktur Air Bersih Permukiman

DESA Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warganya.

Salah satu langkah nyata adalah pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di sektor air bersih dan perbaikan lingkungan permukiman.

Pemdes telah membangun tandon air bersih dan saat ini melanjutkan program pipanisasi di Dusun Durian tahap kedua. Program ini dirancang untuk menjangkau tiga dusun: Tambakrejo, Sambilangan 1, dan Durian. Setidaknya 150 hingga 200 rumah akan mendapat manfaat langsung dari program tersebut.

“Ini semua berawal dari keluhan warga soal mahalnya air bersih. Kami langsung bergerak cepat agar akses air bisa lebih mudah dan murah,” ujar Kepala Desa Kalibuntu, Khairul Anam.

Tak hanya persoalan air bersih. Pembangunan paving juga dilakukan di beberapa dusun seperti Nambangan, Karangpandan, Krajan, dan Sambilangan 2.

Ini bertujuan memperbaiki akses jalan dan drainase demi kenyamanan dan kesehatan lingkungan warga.

Selain itu, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah menyasar 7 unit rumah yang dibangun lebih layak dan sehat untuk ditinggali. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) juga disalurkan ke 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), menjadi bukti nyata bahwa desa tidak melupakan warganya yang membutuhkan.

“Kami ingin semua warga merasakan hasil pembangunan. Mulai dari jalan bagus, rumah layak, sampai air bersih yang terjangkau. Ini bukan mimpi, ini kerja nyata,” tegas Khairul Anam.

Dengan pendekatan menyeluruh dan responsif, Desa Kalibuntu terus menata diri menuju desa yang lebih maju dan sejahtera.

Program Tahun 2025

(mu/fun/*)

 

Editor : Abdul Wahid
#kecamatan kraksaan #bumdes #transparansi desa #desa kalibuntu