Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Muncul Kasus LGBT di Probolinggo, Begini Respons Ansor Kota Probolinggo

Fandi Armanto • Senin, 30 Juni 2025 | 15:05 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

KANIGARAN, Radar Bromo - Kasus munculnya temuan perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kota Probolinggo, terus menggelinding.

Sejumlah pihak mendesak Pemkot Probolinggo segera mengambil langkah-langkah strategis, terukur, dan menyeluruh dalam penanganannya.

Seperti disampaikan PC GP Ansor Kota Probolinggo. Pemkot diharapkan dapat mencegah berkembang fenomena LGBT yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama, budaya, dan moral masyarakat Indonesia. Kkhususnya masyarakat Probolinggo yang religius.

Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo Salamul Huda mengatakan, perilaku LGBT bukan isu biasa yang bisa disepelekan.

Tetapi, merupakan ancaman serius terhadap tatanan sosial, moral, dan masa depan generasi muda bangsa.

“Ansor melihat ini sebagai tanda bahaya. Ketika temuan-temuan terkait perilaku LGBT mulai muncul, itu artinya sudah ada penetrasi nilai-nilai yang menyimpang di tengah masyarakat. Kami tidak ingin Kota Probolinggo menjadi ladang subur bagi penyimpangan moral,” tegasnya.

Baca Juga: Duh, Temukan 20 Pasangan LGBT di Kota Probolinggo Positif HIV, Ini Langkah Pemkot-DPRD

Salam menerangkan, pihaknya memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga akidah umat. Serta, memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang sehat, religius, dan berakhlakul karimah.

Karena itu, pihaknya mendorong pemkot dan semua pihak segera bersama-sama menyusun dan menjalankan program pencegahan dan pembinaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Termasuk tokoh agama, pendidik, organisasi kepemudaan, dan ormas Islam.

Baca Juga: Kasus 20 Pasangan LGBT Positif HIV di Kota Probolinggo, MUI Siapkan Langkah Ini

“Penanganan LGBT tidak bisa hanya dilakukan secara sektoral atau insidental. Dibutuhkan kebijakan yang sistematis, mulai dari edukasi di sekolah, penguatan keagamaan di lingkungan keluarga, hingga pembinaan sosial di masyarakat. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan ini,” ungkapnya.

Upaya menangkal LGBT, kata Salam, harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip moral dan syariat Islam. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam.

Menurutnya, pengawasan keluarga, lingkungan RT/RW, masjid dan pesantren, harus dihidupkan kembali sebagai benteng moral masyarakat.

Baca Juga: Soal Laporan Pasangan LGBT Positif HIV, KPAD Kota Probolinggo Belum Dapat Laporan, Temukan LSL

“Kami tidak dalam posisi menghakimi, tetapi kami menolak keras normalisasi dan pembiaran terhadap praktik-praktik yang menyimpang dari nilai agama dan budaya bangsa. Pembinaan harus berjalan, edukasi harus dikuatkan, dan masyarakat harus dilindungi,” lanjutnya.

Kepala Dinsos-P3A Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penanganan dengan memberikan pendampingan psikolog.

“Kami sudah rencanakan untuk segera duduk bersama, melakukan penanganan dan pencegahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Probolinggo Eko Purwanto menyebutkan, di Kota Probolinggo terdeteksi ada 20 pasangan sejenis.

Puluhan pasangan ini masih kalangan remaja. Bahkan, masih ada yang sekolah di tingkat SMP. Yang lebih mengagetkan, semuanya disebut terjangkit HIV. (mas/rud)

Editor : Fandi Armanto
#hiv #aids #lgbt #kaum sodom #pasangan sejenis #probolinggo