Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura Permudah Akses Pelosok dan Destinasi Wisata

Achmad Arianto • Kamis, 19 Juni 2025 | 15:15 WIB
AKSES PENTING: Kepala Desa Ngadas Kastaman (kiri) bersama Kepala Dusun Krajan 1 Sudiono mengecek jalan yang akan dibangun. Jalan ini sebelumnya telah dilebarkan.
AKSES PENTING: Kepala Desa Ngadas Kastaman (kiri) bersama Kepala Dusun Krajan 1 Sudiono mengecek jalan yang akan dibangun. Jalan ini sebelumnya telah dilebarkan.

PEMERINTAH Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, melakukan pembangunan secara berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas kesehatan dilaksanakan secara seimbang.

Berada di dataran tinggi, kondisi infrastruktur Desa Ngadas harus baik. Khususnya jalan desa yang menjadi penghubung antardesa dan dusun.

MENGABDI: Kepala Desa Ngadas Kastaman di ruang kerjanya.
MENGABDI: Kepala Desa Ngadas Kastaman di ruang kerjanya.

Dari hasil pemetaan pemerintah desa, dari sekitar 26 ruas jalan di Desa Ngadas, hanya separo yang kondisinya sudah baik dan layak. Sisanya masih perlu diperbaiki.

Kepala Desa Ngadas Kastaman mengatakan, tahun ini pihaknya berencana meningkatkan kualitas tiga jalan desa. Di antaranya, ada pelebaran jalan sepanjang 1 kilometer di RT 3/RW 1, Dusun Krajan 1. Jalan ini merupakan akses menuju destinasi wisata Gua Kelelawar.

Jalan desa ini lebarnya sekitar 4 meter. Namun, karena beberapa kali longsor, akhirnya menyempit. Perlu dibersihkan agar kembali lebar. “Kami lebarkan agar kendaraan roda empat bisa melintas dengan nyaman. Juga agar tidak kerepotan ketika papasan,” katanya.

KOMPAK: Kepala Desa Ngadas Kastaman (tengah) berfoto bersama perangkat desa.
KOMPAK: Kepala Desa Ngadas Kastaman (tengah) berfoto bersama perangkat desa.

Tidak hanya melakukan pelebaran, pemerintah desa juga membersihkan drainase di tepi jalan. Saluran air ini sebelumnya tidak berfungsi dengan baik karena tertutup tanah dan sampah. Dampaknya, ketika hujan air meluber ke jalan. Menggerus tepi jalan yang curam.

“Normalisasi drainase perlu dilakukan agar jalan tidak menyempit karena sering tergerus air hujan. Saat ini proses pelebaran jalan dan pembersihan sudah 90 persen,” ujarnya.

Berikutnya ada pavingisasi jalan sepanjang 200 meter di RT 2/RW 1, Dusun Krajan 1. Serta, rabat beton jalan sepanjang 165 meter di RT 3/RW 1, Dusun Krajan 1. Dua jalan ini merupakan akses menuju permukiman 55 kepala keluarga. Serta, akses menuju puluhan hektare kebun dan destinasi wisata Gua Kelelawar.

“Jalan sebelumnya pernah diaspal. Tetapi karena usianya sudah tua dan sering digunakan, akhirnya rusak. Perlu ada pembangunan ulang agar kondisi nyaman dan aman,” jelasnya.

 

Dongkrak Ketahanan Pangan melalui Penggemukan Sapi

Program ketahanan pangan di Desa Ngadas, dilakukan secara berkelanjutan. Dengan harapan hasilnya akan lebih maksimal. Pemerintah Desa Ngadas mewujudkan program ini melalui penggemukan sapi.

SEHAT: Kepala Desa Ngadas Kastaman mengecek sapi yang digemukkan di kandang Dusun Krajan 2.
SEHAT: Kepala Desa Ngadas Kastaman mengecek sapi yang digemukkan di kandang Dusun Krajan 2.

“Ketahanan pangan berbasis potensi desa dapat memberikan hasil yang maksimal. Karena itulah, pemerintah desa merealisasikan program ketahanan pangan penggemukan sapi,” ujar Kepala Desa Ngadas Kastaman.

Program ini dipilih karena ketersediaan pakan yang cukup di wilayah desa. Baik berupa rerumputan atau dedaunan yang tumbuh liar. Sumber daya manusia (SDM) warga juga sudah terbiasa memelihara sapi, sehingga akan mudah mengelola penggemukannya.

Dengan suntikan anggaran Rp 132 juta, pemerintah desa akan melakukan pengadaan sejumlah sapi. Sapi-sapi ini nantinya akan digemukkan. Anggaran ini juga akan digunakan untuk biaya operasional, kebutuhan pakan, dan vitamin ternak selama proses penggemukan.

Kastaman mengatakan, sejatinya ketahanan pangan ini program lanjutan dari tahun sebelumnya. Kala itu, pemerintah desa membangun kandang di RT 6/RW 2, Dusun Krajan 2. Kandang itu diisi tiga ekor sapi yang kini masih dalam proses penggemukan.

Sapi yang digemukkan berusia di atas 1 tahun. Targetnya, dalam waktu 8 bulan sudah bisa dijual. Agar perputaran modal bisa dilakukan secara cepat. “Khusus tahun ini kami fokus penambahan populasi sapi. Ketahanan pangan, rencananya kami realisasikan pada tahap kedua,” ujarnya.

 

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Desa

Kesehatan masyarakat tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Ngadas. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Posyandu. Posyandu balita, ibu hamil, warga lanjut usia (lansia), dan remaja dilakukan rutin. Semuanya demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Kepala Desa Ngadas Kastaman mengatakan, kegiatan Posyandu dilaksanakan rutin di Posyandu RT 1/RW 1, Dusun Krajan 1. Layanan kesehatan dan sosialisasi dilaksanakan secara terjadwal. Menyesuaikan sasaran. “Warga desa dari semua kelompok umur kami berikan layanan kesehatan. Mulai dari balita ada 24 anak, lansia 60 orang, dan remaja total ada 30 orang. Mereka rutin mengikuti kegiatan Posyandu,” katanya.

POSYANDU: Petugas kesehatan memeriksa tensi darah salah seorang warga dalam kegiatan Posyandu. Kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah desa.
POSYANDU: Petugas kesehatan memeriksa tensi darah salah seorang warga dalam kegiatan Posyandu. Kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah desa.

Tumbuh kembang balita desa menjadi perhatian serius karena kesehatan balita lebih rentan. Mereka memerlukan peran serta pemerintah desa. Terutama dalam pemenuhan gizi harian. Asupan gizi sangat memengaruhi tumbuh kembang balita.

Setiap pelaksanaannya, Bidan dan Kader Posyandu menyiapkan makanan tambahan dengan menu bervariasi. Mulai dari lauk dan makanan, camilan, hingga buah-buahan. Menu tersebut tidak serta merta diberikan, melainkan telah dihitung kandungan gizinya, sehingga telah memenuhi kebutuhan gizi harian balita.

Gizi yang tidak terpenuhi dengan baik akan menyebabkan anak stunting. Dalam jangka panjang, dampak stunting akan menyebabkan anak kesulitan belajar, penyakit jantung, dan pembuluh darah. Karena itulah, pemenuhan gizi sangat diperlukan.

Di sisi lain, pemenuhan gizi sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat. Stunting merupakan gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, di mana dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak.

Begitu pula saat kegiatan posyandu lansia dan remaja. Dalam kegiatan posyandu juga dilakukan pengecekan kesehatan. Kegiatan dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah adanya penyakit berbahaya dalam tubuh.

Deteksi dini perlu dilakukan agar gejala penyakit dapat segera diobati. “Pelaksanaan Posyandu kami pantau. Harapannya dapat menekan stunting yang ada di desa,” bebernya. (ar/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kecamatan sukapura #desa ngadas #transparansi desa