Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Paguyuban Pedagang Depan Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo Wadul DPRD, Berharap Tak Direlokasi ke TWSL

Arif Mashudi • Senin, 16 Juni 2025 | 13:00 WIB
BAKAL DIRELOKASI: Warga berada di depan toko para Pedagang Oleh-Oleh Haji/Umrah depan Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo.
BAKAL DIRELOKASI: Warga berada di depan toko para Pedagang Oleh-Oleh Haji/Umrah depan Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo.

MAYANGAN, Radar Bromo - Paguyuban Pedagang Oleh-Oleh Haji/Umrah depan Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo terus berupaya untuk tidak direlokasi.

Setelah menggelar aksi damai, kini mereka mengadu ke DPRD Kota Probolinggo. Sejumlah pedagang berharap digelar rapat dengar pendapat (RDP) dan mencarikan solusi terbaik untuk pedagang.

Ketua Paguyuban Pedagang Oleh-oleh Haji/Umrah depan Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo Bambang mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya sudah membuat surat dan melayangkan ke DPRD Kota Probolinggo.

Pihaknya meminta difasilitas untuk digelar RDP, membahas nasib pedagang. “Sudah kami kirim surat permohonan RDP. Semoga segera difasilitasi,” katanya, Sabtu (14/6).

Dalam RDP, Bambang mengaku akan menyampaikan terkait rencana revitaliasi alun-alun yang harus membongkar kios Pedagang Oleh-Oleh Haji/Umrah.

Sedangkan dari Pemkot Probolinggo menyiapkan relokasi ke toko-toko depan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL).

Selain toko yang disiapkan di depan TWSL hanya untuk 5 pedagang, pihaknya melihat lokasi tersebut tidak strategis.

Bedak depan masjid agung menjadi sumber pendapatan dan mata pencaharian kami sudah bertahun-tahun. Jika direlokasi, dapat dipastikan akan membuat pendapatan kami sebagai pedagang menurun dan bisa-bisa sepi,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng mengaku, mempersilakan kepada para pedagang untuk mengajukan permohonan RDP. Pihaknya akan memfasilitasi dan dikomunikasikan dengan ketua DPRD.

Menurutnya, terkait rencana revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo dan harus membongkar toko-toko depan masjid agung, harus ada solusi terbaik.

Kebijakan tersebut tidak merugikan satu sama lain. Seperti, dicarikan relokasi masih di sekitar kawasan alun-alun atau masjid agung.

“Kami pada dasarnya mendukung program Pemerintah Probolinggo Bersolek. Namun, dalam proses pembangunan daerah, kami harap tidak ada pihak yang dirugikan atau dikorbankan. Sehingga harus duduk bersama dan dicarikan solusi terbaiknya,” katanya.

Diketahui, sejumlah Pedagang Oleh-Oleh Haji/Umrah depan Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota tak bersedia tokonya dibongkar dan mau direlokasi.

Bahkan, Jumat (13/6) lalu, mereka menggelar aksi damai di depan tokonya dan menolak untuk direlokasi.

Mereka mendesak Pemkot Probolinggo, tetap memberikan tempat berdagang di sekitar alun-alun atau sekitar masjid agung. (mas/rud)

Editor : Ronald Fernando
#Paguyuban #alun - alun #Kota Probolinggo