PEMBANGUNAN infrastruktur terus menjadi prioritas Pemerintah Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Semuanya dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan warganya.
Di pertengahan tahun ini, sejumlah pembangunan yang direncakan Pemerintah Desa Kerpangan, sudah rampung 100 persen. Di antaranya, ada pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan pavingisasi jalan. Serta, pengadaan dan pemasangan puluhan unit penerangan jalan umum (PJU).
Semuanya memang difokuskan pada infrastruktur. Seperti yang paling diprioritaskan adalah pembangunan TPT di RT 02/RW 07 Dusun Paras. Warga setempat setiap tahunnya resah. Sungai besar di belakang rumah mereka sering meluap ketika musim hujan. Bahkan, banjir tingginya bisa mencapai sepinggang orang dewasa.
Plt Kepala Desa Kerpangan Nanang Khosim mengatakan, jika terus dibiarkan, akibat banjir lama-lama tanah warga akan tergerus aliran air sungai. Karenanya, dibangun TPT sepanjang 35 meter dengan tinggi 2,15 meter. Proyek ini menelan anggaran Rp 43.024.000.
“Kalau banjir, parah di sana. Selain itu, juga untuk mencegah erosi. Kami buat TPT atau tanggul. Karena tanah sekitar sungai itu sudah banyak tergerus,” ujarnya.
Jalan di Dusun Krajan RT 03/RW 03, juga sudah semakin aman dilintasi. Jalan permukiman yang sebelumnya masih berupa tanah ini, telah dipaving. Panjangnya 55 meter dengan lebar 2 meter. Pavingisasi ini menelan anggaran Rp 37.826.000.
Kini, jalan semakin aman dan nyaman dilintasi. Termasuk ketika hujan. Sudah tidak becek dan licin lagi. (ran/rud/*)
Siapkan Rumah Layak Huni
SALAH satu unsur yang menentukan kesejahteraan masyarakat adalah rumah yang layak sebagai tempat berlindung. Karena itu, Pemerintah Desa Kerpangan terus memberikan bantuan rumah layak huni kepada warga kurang mampu yang masih tinggal di rumah tidak layak.
Plt Kepala Desa Kerpangan Nanang Khosim mengatakan, tahun ini telah merencanakan pembangunan tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Proyek ini juga sebagai jawaban atas mandatory Pemerintah Pusat. “Diwajibkan setiap tahun ada tiga unit untuk RTLH, sehingga tahun ini ada tiga unit yang akan dibangun,” ujarnya.
Masing-masing unit dianggarkan Rp 25.000.000. Karena itu, diperlukan anggaran Rp 75.000.000. Dari ketiga rumah itu, dua di antaranya sudah rampung. Dua rumah itu, masing-masing milik Bahrawi, 70, warga Dusun Kerpangan Selatan dan Khotijah, 70, warga Dusun Laok Lorong. Keduanya merupakan lansia yang tinggal seorang diri.
Satu lagi rumah yang akan dibangun milik Musrifa, 60, warga Dusun Krajan. Rumahnya akan segera dibangun dalam waktu dekat. “Tahun ini dua unit sudah rampung, tinggal satu lagi yang akan segera digarap,” katanya. (ran/rud/*)
Makin Terang, Makin Aman
KEAMANAN desa tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Kerpangan. Dengan lingkungan yang aman, warga bisa makin nyaman untuk beraktivitas. Karena itu, pemerintah desa berupaya menyediakan lingkungan yang aman. Salah satunya dengan memasang puluhan lampu penerangan jalan umum (PJU).
Kini hampir seluruh jalan di Desa Kerpangan sudah terang. Meski tak langsung secara signifikan menurunkan angka kejahatan, minimal masyarakat kini tidak perlu takut atau waswas ketika bepergian pada malam hari. Bahkan, jalanan menuju sawah kini juga terang.
Plt Kepala Desa Kerpangan Nanang Khosim mengatakan, salah satu jalan yang kini sudah terang adalah jalan menuju Pasar Leces. Membuat warga yang mayoritas pedagang dan sering pergi ke pasar saat matahari belum terbit, lebih tenang.
Jalan di dusun ini, kata Nanang, juga menjadi satu-satunya akses warga menuju pusat pembelanjaan dan areal pertanian. “Akses ke pasar itu yang utama. Jadi, warga tidak takut lagi ke pasar karena jalanan sudah tidak gelap. Itu yang terpenting,” katanya.
Pemasangan PJU ini sebetulnya sudah dilakukan sejak 2024. Tahun ini dilanjutkan. Total sudah ada 62 unit PJU yang terpasang. Pada 2024 ada 10 unit PJU yang dipasang di Dusun Krajan RT 07/RW 08. Tahun ini 18 unit dipasang di Dusun Laok Lorong. Proyek ini menelang anggaran Rp 43.131.000. Kemudian, 34 unit dipasang di Dusun Kerpangan Selatan yang menghabiskan dana Rp 81.145.000.
“Ini menyangkut keamanan. Saat ini kan rawan begal, rawan kejahatan, jadi masyarakat butuh penerangan. Terlebih jalan itu akses satu-satunya menuju pasar,” katanya.
Sebelumnya, kata Nanang, jalan ini sebelumnya belum dilengkapi PJU. Kemudian, masyarakat mengusulkan dalam musyawarah desa yang kemudian dikabulkan oleh pemerintah desa. “Masyarakat mengajukan saat musdes (musyawarah desa),” jelasnya. (ran/rud/*)
Editor : Ronald Fernando