MAYANGAN, Radar Bromo - Revitaliasi Alun-alun Kota Probolinggo, tinggal menunggu waktu. Dokumen perencanaannya telah masuk ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk ditender. Proyek senilai Rp 9,45 miliar ini ditarget rampung dalam waktu 5 bulan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Gigih Ardityawan Pratama mengatakan, sesuai program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, ingin menjadikan Kota Probolinggo Bersolek. Salah satu wajah yang harus bersolek dengan revitalisasi alun-alun.
Sebelumnya telah dilakukan normalisasi saluran di sekitar alun-alun. Namun, sifatnya hanya perbaikan sementara, sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pembangunan kembali.
“Desain untuk revitalisasi alun-alun sudah dibuat sejak Desember 2023. Karena akan direalisasikan tahun ini, perlu review desain ulang untuk memastikan sudah sesuai kondisi dan kebutuhan saat ini,” katanya.
Gigih menerangkan, kini pihaknya sudah menyusun dokumen dan telah diajukan untuk proses tender.
Nilai pagu revitaliasi ini sekitar Rp 9,45 miliar. Diharapkan, bulan depan sudah ada pemenang tender yang akan mengerjakannya.
Proses revitalisasi ini diperkirakan butuh waktu 4 bulan. Namun, nantinya waktu pengerjaan diberikan waktu 5 bulan.
“Sekarang masih menunggu proses kajian di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Waktu pengerjaan 5 bulan sudah sangat dirasa cukup. Asal lahan di lokasi sudah siap atau clean and clear,” terangnya.
Gigih menegaskan, revitalisasi tahun ini fokus terhadap area luar alun-alun. Revitalisasi nantinya dilakukan sekeliling alun-alun.
Terutama pematusan atau drainase. Agar air di sekeliling alun-alun bisa lancar. Selain itu, mempercantik tampilan trotoar sekeliling alun-alun.
“Pohon yang ada di sekeliling alun-alun, semua jenis pohon keras seperti pohon sono, mahoni yang akarnya merusak trotoar akan kami ganti dengan pohon peneduh, seperti pohon jacaranda dan pule,” terangnya.
Sebelumnya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin-Ina Dwi Lestari berupaya merealiasikan visinya menjadikan Probolinggo Bersolek.
Demi wajah Kota Probolinggo, hasil dari efisiensi anggaran Rp 31,9 miliar, paling besar digunakan untuk revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo. Mencapai hampir Rp 10 miliar untuk pengerajan fisik dan pengawasannya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando