PROBOLINGGO, Radar Bromo- Perbaikan kebocoran pipa jaringan distribusi utama (JDU) milik Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo terus dikebut.
Hingga Kamis (29/5), proses pembuatan giboult joint sebagai komponen penghubung pipa yang bocor telah mencapai 80 persen.
Pembuatan giboult joint atau penyambung dikerjakan secara custom di area sumber air Ronggojalu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
Artinya, giboult joint dibuat secara khusus sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebab, pipa JDU yang bocor itu merupakan pipa peninggalan Belanda yang memiliki sistem sambungan overloop. Berbeda dengan pipa modern saat ini yang bentuknya lurus.
Pembuatan giboult joint ini dilakukan secara manual oleh sejumlah pekerja sejak Senin (26/5) petang.
“Inilah tantangannya. Sambungan overloop ini membuat kami harus menyesuaikan ukuran giboult-nya secara presisi,” jelas Kepala Bagian Teknik Perumdam Bayuangga Andi Ahmad.
Bahan dasar yang digunakan berupa besi setebal 1,2 sentimeter, yang dibentuk melingkar menggunakan bodem secara manual.
Setelah itu, bagian-bagian tersebut disambung dengan proses pengelasan dan penggerindaan untuk menyesuaikan dengan diameter pipa.
“Karena pipa berdiameter 18 inci, maka kami buat giboult berdiameter 19 inci, dengan penyesuaian overloop di sekitar 22 inci. Targetnya hari ini selesai dan langsung dibawa ke lokasi untuk dipasang,” terang Andi, saat dikonfirmasi pukul 14.00.
Untuk mempermudah pemasangan di lapangan, tim teknis membangun landasan kerja dari bambu dan sesek di area kebocoran yang terletak di selatan Balai Desa Tegalsiwalan. Tepat di tepi sungai.
“Nanti pada titik sambungan pipa yang bergeser akan kami pasang karet dulu, dilanjutkan pengunci di kedua sisi, baru kemudian giboult joint dipasang. Terakhir baut penguncinya,” jelasnya.
Direktur Perumdam Bayuangga Indra Sovia Jalal menambahkan, setelah proses penyambungan selesai, pihaknya akan melakukan penyesuaian tekanan secara bertahap. Sehingga, aliran air kembali normal.
“Untuk memperkuat fondasi, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR PKP. Saat ini masih dalam tahap perencanaan,” ungkapnya.
Kasubag Distribusi Perumdam Bayuangga Poniman menyebutkan, sejumlah wilayah terdampak penurunan tekanan akibat kebocoran yang terjadi.
Antara lain, Perumahan Kopian, Kelurahan Kebonsari Kulon dan Kebonsari Wetan, Jalan Cokroaminoto, Jalan Ir. Juanda, dan sebagian wilayah Mayangan.
“Distribusi air tidak sampai mati total, hanya tekanannya yang turun. Kami juga sudah melakukan distribusi air bersih melalui mobil tangki ke wilayah terdampak,” jelasnya.
Sebagai informasi, terjadi kebocoran pipa jaringan distribusi utama sejak Senin petang (26/5). Pipa bocor akibat fondasi sisi timur bergeser.
Sehingga, menyebabkan pipa ikut bergeser. Dugaan sementara, penyebabnya adalah force majeure atau faktor alam.
Demi meminimalkan kehilangan air akibat kebocoran, Perumdam Bayuangga mematikan salah satu dari empat pompa utama.
Langkah ini menyebabkan tekanan air turun signifikan dari 4,8 bar menjadi 2,2 bar saja.
Penurunan tekanan air ini berdampak pada sekitar 20.854 sambungan rumah (SR) di Kota Probolinggo. Aliran air jadi mengecil, walaupun tidak mati total.
Untuk sementara, distribusi air bersih juga ditopang dari sumur bor di Kecamatan Wonoasih, masing-masing berkapasitas 14 liter per detik (lps) dan 30 lps.
Namun, kapasitas tersebut belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan seluruh pelanggan. Mengingat 1 lps hanya mampu melayani sekitar 80 SR. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi