PEMERINTAH Desa Besuk Kidul, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, berupaya merealisasikan pembangunan secara berimbang. Tak hanya bidang infrastruktur, pembangunan juga menyasar bidang pendidikan dan perekonomian.
Mayoritas wilayah Desa Besuk Kidul berupa lahan pertanian produktif. Karenanya, banyak warga yang bekerja sebagai petani. Memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil pertanian. Banyak faktor yang memengaruhi tingkat keuntungan petani. Salah satunya terpenuhinya infrastruktur, sarana, dan prasarana sektor pertanian.
Sekretaris Desa Besuk Kidul Kusyanto mengatakan, produktivitas hasil pertanian terus menjadi perhatian pemerintah desa. Karena itu, secara bertahap pemerintah desa membangun infrastruktur dan sarana prasarana sektor pertanian. “Setiap tahun rencana pembangunan sektor pertanian terus dilakukan,” katanya.
Tahun ini, pemerintah desa berencana membangun dua infrastruktur sektor pertanian. Berupa irigasi. Salah satunya sepanjang 71 meter di RT 10/RW 3, Dusun Tengah. Irigasi ini dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian seluas 10 hektare.
Kedua, irigasi sepanjang 73 meter di RT 6/RW 2, Dusun Krajan 2. Irigasi ini digunakan untuk mengairi lahan pertanian seluas 8 hektare.
Dua infrastruktur ini sangat dibutuhkan petani. Sebelumnya, saluran air ini belum pernah dibangun. Masih berupa tanah. Agar areal pertanian tetap aman dan irigasi lebih baik, pemerintah desa pun membangunnya.
Kusyanto mengatakan, wilayah Desa Besuk Kidul memiliki potensi pertanian yang cukup menjanjikan. Sejumlah komoditas pertanian tumbuh subur. Di antaranya padi, jagung, tembakau, dan cabai. Hasil pertanian ini menjadi sumber penghasilan warga. “Saat ini, satu irigasi sedang dalam tahap pembangunan. Progresnya sudah 30 persen,” katanya.
Fasilitas Pendidikan Lebih Nyaman
Pendidikan tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Besuk Kidul. Terlaksananya pendidikan yang baik bukan hanya ditentukan kualitas tenaga pengajar. Namun, juga tersedianya sarana dan prasarana penunjang pendidikan, salah satunya gedung sekolah.
Keberadaan gedung sebagai tempat melaksanakan aktivitas belajar mengajar harus diperhatikan. Sebab, sangat berpengaruh pada kenyamanan belajar mengajar.
Pemerintah desa bertahap membangun sarana pelengkap yang diperlukan TK Ar-Rahmah di RT 8/RW 3, Dusun Tengah. Pelengkap yang dibangun meliputi pembangunan pagar gedung TK. Selanjutnya, toilet untuk guru, siswa, dan orang tua yang mengantarkan sekolah.
“Bangunan pelengkap bertahap kami lakukan sesuai kemampuan anggaran. Mulai dari pemasangan pagar hingga pavingisasi areal sekolah sudah kami laksanakan. Kini, sekolah menjadi lebih nyaman,” ujar Sekretaris Desa Besuk Kidul Kusyanto.
Selain bangunan fisik, pemerintah desa juga turut mendukung kegiatan ekonomi kemasyarakatan. Di Desa Besuk Kidul, banyak warga yang menjadi perajin gerabah. Khususnya, warga di Dusun Tengah.
Mereka membuat gerabah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keterampilan membuat gerabah diperoleh warga secara otodidak dan turun temurun. Keterampilan mereka tetap terjaga. “Kerajinan yang dibuat, meliputi cobek, pot, prapen, kuali, dan perlengkapan dapur lainnya,” katanya.
Kusyanto mengatakan, bentuk perhatian pemerintah desa dilakukan dengan turut memasarkan produk masyarakat. Pemasaran dilakukan dalam kegiatan pameran kerajinan dan UMKM.
“Pengenalan produk hasil kerajinan kami lakukan agar lebih diketahui banyak orang. Harapannya, permintaan menjadi lebih banyak. Sebab, hasil gerabah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Membangun irigasi sepanjang 71 meter di RT 10/RW 3, Dusun Tengah.
- Membangun irigasi sepanjang 73 meter di RT 6/RW 2, Dusun Krajan 2.
- Pavingisasi jalan sepanjang 129 meter di RT 8/RW 3, Dusun Tengah.
- Membangun 3 unit RTLH.