Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Panen Protes, TNBTS Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Begini untuk Penataan Tiket Masuk Bromo

Inneke Agustin • Jumat, 9 Mei 2025 | 14:41 WIB
RAMAI: Sejumlah warga berwisata ke kawasan Gunung Bromo, beberapa waktu lalu.
RAMAI: Sejumlah warga berwisata ke kawasan Gunung Bromo, beberapa waktu lalu.

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) memutuskan untuk melakukan rekayasa lalu lintas di akses masuk Bromo, mulai Kamis (8/5). Itu menyusul protes yang dilakukan sopir jip wisata di Pos Tiket Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Keputusan rekayasa lalu lintas ini diambil dalam rapat koordinasi (rakor) antara BB TNBTS dengan stakeholder terkait, Selasa (6/5) di Kantor Seksi PTN Wilayah I BB TNBTS di Cemorolawang.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, ada beberapa poin yang disepakati dalam rapat itu.

Salah satunya, seluruh kendaraan dan wisatawan yang hendak masuk ke kawasan TNBTS wajib membeli tiket secara online. Sesuai dengan jumlah dan jenis wisatawan.

Pihak TNBTS juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk wisatawan. Kendaraan yang membawa penumpang dan belum booking online, akan diarahkan ke rest area Cemorolawang.

Demikian juga kendaraan yang sudah booking online, tetapi tidak sesuai jumlah dan jenisnya, juga diarahkan ke lokasi yang sama.

“Nanti di sana pihak travel bisa booking online terlebih dahulu. Jadi tidak melakukan booking online di dekat pintu masuk. Sehingga tidak terjadi penumpukan,” ujarnya.

Ketua Tim Data Evlap Humas BB TNBTS Hendra Wisantara menambahkan, uji coba rekayasa lalu lintas ini dilakukan sejak Kamis (8/5) hingga beberapa hari ke depan. Yaitu mulai pukul 00.00 hingga 06.30 saja.

“Kami terapkan sejak hari ini (8/5) hingga beberapa hari ke depan, mengingat sebentar lagi ada long weekend. Kami pilih waktu tersebut, sebab merupakan waktu krusial yang sering crowded di mana para wisatawan hendak melihat sunrise,” tuturnya.

Bilamana uji coba ini berhasil, menurutnya, maka rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan seterusnya. Karena itu, akan ada evaluasi atas uji coba ini.

“Tujuan dari rekayasa ini yaitu menghindari penumpukan kendaraan di satu titik. Sehingga ke depan dapat memperlancar arus lalu lintas di kawasan Cemorolawang,” ungkapnya.

Choirul Umam, 33, salah satu sopir jip wisata Bromo berpendapat, tidak ada salahnya melakukan uji coba tersebut.

Siapa tahu memang bisa memperlancar arus lalu lintas dan tidak ada lagi kemacetan. Apalagi sampai ricuh dan protes.

“Tidak apa-apa, dicoba saja. Namanya juga usaha. Daripada tidak ada upaya sama sekali,” tuturnya. (gus/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#online #bromo #tiket masuk bromo #tiket online #tnbts