Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

SPAM Tancak Tiris Probolinggo Akhirnya Bisa Mengalir, Bisa Hemat Rp 100 Juta

Inayah Maharani • Rabu, 7 Mei 2025 | 13:00 WIB
MENGALIR: Aliran air dari SPAM Tancak sudah mengalir di rumah-rumah pelanggan, di Desa Gununggeni, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.
MENGALIR: Aliran air dari SPAM Tancak sudah mengalir di rumah-rumah pelanggan, di Desa Gununggeni, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

TIRIS, Radar Bromo - Setelah melalui proses penyempurnaan sekitar satu tahun lamanya, Sistem penyediaan Air Minum (SPAM) Tancak di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, akhirnya rampung. Uji coba sudah dilakukan.

Proses uji coba dilakukan selama kurang lebih seminggu. Dengan proses mengalirikan air dari titik nol mata air di Tancak hingga masuk ground.

Kabag Teknik Perumdam Tirta Argapura Hari Supriyanto mengatakan, air sudah mengalir sempurna ke rumah-rumah warga di empat unit.

Yakni, Unit Pedagangan, Unit Tiris, Unit Condong, Unit Tegalsiwalan, Banyuanyar, dan sebagian Leces.

“Alhamdulillah sudah mengalir. Setelah diuji coba kemarin, semua sudah bisa dialiri air,” katanya.

Namun, kata Hari, pihaknya kini masih melakukan proses pengaturan setelan gravitasi.

Agar air mengalir dengan kapasitas yang sama di setiap unit, sehingga pembagian air di setiap rumah pelanggan dapat merata.

Hari mengatakan, air sudah mengalir 24 jam di empat unit. Sisanya masih coba dialirkan di sebagain daerah Leces.

“Sekarang empat unit sudah selesai, kami coba disebagian Leces,” katanya.

Setelah SPAM Tancak beroperasi, diharapkan sudah tidak ada kerusakan lagi, seperti sebelum-sebelumnya. Sehingga, masyarakat tidak lagi kekurangan air. Terlebih kini sudah memasuki musim kemarau.

Selain itu, kata Hari, biaya operasional dengan sistem gravitasi ini jauh lebih murah. Sebab, tak lagi membutuhkan listrik. Kini, pihaknya bisa berhemat biaya operasional Rp 100 juta dalam sebulan.

“Kalau pakai listrik itu rawan padam. Jadi, air sering mati di masyarakat. Biaya operasionalnya juga lumayan mahal,” katanya. (ran/rud)

Editor : Ronald Fernando
#spam #tancak tiris #air bersih