Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Keren, Produk UMKM Kabupaten Probolinggo Ini Rambah Pasar Internasional, Tiga Hari Pameran di Hongkong

Muhammad Fahmi • Rabu, 7 Mei 2025 | 01:48 WIB

UMKM BATIK: CEO Robbani Corp Yusuf Dhiyauddin Robbani membawa produk batik UMKM Kabupaten Probolinggo di ajang Hongkong Trade Development Council. (istimewa)
UMKM BATIK: CEO Robbani Corp Yusuf Dhiyauddin Robbani membawa produk batik UMKM Kabupaten Probolinggo di ajang Hongkong Trade Development Council. (istimewa)
 

HONGKONG, Radar Bromo Produk unggulan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Probolinggo mulai merambah pasar internasional. Itu setelah mereka mengikuti pameran dagang Hongkong Trade Development Council (HKTDC) selama tiga hari, 27-30 April lalu.

Produk yang dipamerkan beragam. Mulai batik produk UMKM Selowaty, Dewi Rengganis, Ronggo Mukti, dan Prabulinggih.

Ada juga produk pangan, seperti teh kelor Moringa Good, bubuk minuman pokak Tingangiri, serta abon ayam dan sambal kemasan Geprek Wow Group.

“Produk yang dipamerkan sudah melalui proses kurasi,” kata Yusuf Dhiyauddin Robbani, salah satu pengusaha muda asal Kabupaten Probolinggo yang menjadi delegasi Indonesia dalam pameran HKTDC 2025 tersebut.

Menurut Dhiyak –sapaan akrabnya-, HKTDC merupakan lembaga pengembangan perdagangan resmi Hongkong yang rutin menggelar pameran berskala internasional.

Tahun ini, lebih dari 80.000 potential buyers dari seluruh dunia diundang untuk menjajaki peluang kemitraan dagang.

“Kehadiran para pembeli ini menjadikan HKTDC sebagai salah satu platform utama untuk ekspansi bisnis ke tingkat global,” jelasnya.

Dhiyak yang juga menjabat sebagai CEO Robbani Corp mengatakan, pameran ini sebagai momentum penting untuk mengenalkan UMKM Kabupaten Probolinggo kepada dunia internasional.

“Ini menjadi langkah strategis mengenalkan potensi lokal ke pasar ekspor, dan membuka akses bisnis global yang lebih luas,” terangnya.

Menurutnya, daya saing produk UMKM tak hanya ditentukan oleh kualitas dan tampilan produk. Tetapi juga oleh kesiapan administratif dan legalitas usaha.

Salah satunya menyiapkan kelengkapan dokumen usaha jika ingin masuk ke pasar ekspor. Misal untuk sektor pangan dan minuman, sertifikasi keamanan seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) dan ISO 22000.

Buyer luar negeri sangat memperhatikan aspek keamanan pangan, higienitas produksi, serta legalitas dan standarisasi yang berlaku secara internasional. Karena itu, pelaku UMKM harus mulai membenahi manajemen produksi secara menyeluruh, termasuk pengemasan, label produk, dan dokumen ekspor,” jelas Dhiyak yang juga anggota Komisi Ekonomi MUI Kabupaten Probolinggo.

Dhiyak juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo perlu lebih aktif memberikan pendampingan teknis, fasilitasi sertifikasi, serta membuka akses pembiayaan ekspor yang berbasis kebutuhan industri.

“Saya berharap ada sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah untuk membentuk ekosistem UMKM yang tangguh dan siap ekspor,” ujarnya.

ABON DAN SAMBAL: Produk abon ayam dan sambal diserahkan kepada Aldin Jauhari, Konsul Atase Perdagangan RI di Hongkong. (Istimewa)
ABON DAN SAMBAL: Produk abon ayam dan sambal diserahkan kepada Aldin Jauhari, Konsul Atase Perdagangan RI di Hongkong. (Istimewa)

Selain itu, lanjut Dhiyak, ajang seperti HKTDC tidak hanya menjadi pencapaian sesaat. Melainkan langkah awal pemberdayaan UMKM Kabupaten Probolinggo menuju pasar internasional secara berkelanjutan.

“Produk lokal memiliki potensi besar untuk mendunia. Jika semua pihak bersinergi dan berkomitmen membangun daya saing bersama,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#batik #hongkong #Geprek Wow #umkm #pasar internasional #probolinggo