PEMERINTAH Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada warganya. Salah satunya dengan merenovasi kantor desa sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik.
Renovasi kantor desa ini merupakan bagian dari program kerja Pemerintah Desa Sidomulyo tahun anggaran 2025. Semuanya demi kenyamanan dan kelayakan fasilitas kantor desa menjadi salah satu prioritas. Agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan optimal.
Renovasi ini mencakup perbaikan atap, pemasangan plafon, pengecatan, serta perbaikan kamar mandi kantor desa. Dengan lingkungan kantor yang lebih baik, diharapkan masyarakat akan merasa lebih nyaman dan mudah dalam mengakses berbagai layanan yang disediakan.
“Tahun anggaran 2025 ini, kami telah mengalokasikan dana Rp 20 juta untuk renovasi kantor desa. Keputusan ini telah disepakati bersama melalui Forum Musyawarah Desa (Musdes) sebagai bentuk transparansi dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan,” ujar Kepala Desa Sidomulyo H. Zainuddin Jamil.
Menurutnya, keberadaan kantor desa yang representatif sangat penting dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif bagi perangkat desa serta memberikan citra positif terhadap pelayanan publik. Serta, menjadi bagian dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya perbaikan infrastruktur ini, pemerintah desa berharap dapat memberikan dampak positif terhadap semangat kerja perangkat desa. Serta, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah desa.
“Ini bukan hanya soal memperindah tampilan kantor, tapi bagaimana kami bisa menghadirkan pelayanan yang ramah, cepat, dan tepat sasaran bagi seluruh warga,” ujarnya.
Bangun RTLH, Salurkan BLT-DD
Pemerintah Desa Sidomulyo juga menyiapkan program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya, memperbaiki rumah warga yang belum layak huni dan menyalurkan bantuan langsung tunai.
Kepala Desa Sidomulyo H. Zainuddin Jamil mengatakan, pemerintah desa mengalokasikan anggaran untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini ada 10 unit yang akan diperbaiki. Masing-masing dianggarkan Rp 17,5 juta.
Program ini tersebar di sejumlah dusun di Desa Sidomulyo. Meliputi, 1 unit di Dusun Poreng, 2 unit di Dusun Asemjajar, dan 7 unit di Dusun Krajan. “Program RTLH ini kami lakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperbaiki taraf hidupnya. Khususnya bagi keluarga yang kondisi rumahnya sudah tidak layak huni,” jelasnya.
Bantuan tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah. Tetapi juga untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan layak bagi warga dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemerintah Desa Sidomulyo dalam mengurangi angka kemiskinan.
“Dengan tempat tinggal yang lebih layak, kami berharap masyarakat bisa lebih fokus meningkatkan kualitas hidup mereka. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa akan menggandeng masyarakat setempat untuk bergotong royong, sehingga pelaksanaan program RTLH juga menjadi sarana mempererat solidaritas antarwarga.
Selain itu, pemerintah desa juga telah menyalurkan bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa (BLT-DD). Ada 24 warga yang mendapatkannya. Pemilihan penerima bantuan ini dilakukan melalui mekanisme verifikasi dan validasi data, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan. (dik/rud/*)
Jalan Makin Terang, Pelayanan Kesehatan Maksimal
Berbagai program strategis terus ditingkatkan Pemerintah Desa Sidomulyo, untuk meningkatkan keamanan dan kesehatan warganya. Salah satunya melalui program pengadaan lampu penerangan jalan dan peningkatan pelayanan Posyandu.
Kepala Desa Sidomulyo H. Zainuddin Jamil mengatakan, tahun ini pemerintah desa membangun 28 unit lampu penerangan jalan di Dusun Poreng. Tujuannya, meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Alhamdulillah pembangunan lampu penerangan jalan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebelumnya, beberapa titik jalan di Dusun Poreng memang gelap dan rawan. Khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas hingga malam,” ujarnya.
Tak hanya fokus terhadap infrastruktur, pemerintah desa juga memperhatikan bidang kesehatan. Bahkan, tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 200 juta untuk memperkuat layanan kesehatan melalui Posyandu. Anggaran ini menyasar peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil, balita, dan warga lanjut usia.
“Kami tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga menyiapkan pemberian makanan tambahan bergizi untuk ibu hamil, balita, dan lansia. Ini langkah nyata kami dalam memperbaiki asupan gizi, menekan angka stunting, dan meningkatkan kualitas generasi masa depan," katanya.
Zainuddin berharap, dengan program yang sudah disepakati bersama, mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Baik dari sisi keamanan, kesehatan, maupun kesejahteraan sosial.
“Meski di tengah efisiensi dan terbatasnya anggaran, kami berkomitmen saling bersinergi bersama masyarakat ingin mewujudkan Desa Sidomulyo terus bergerak dari predikat desa maju menjadi desa mandiri dan sejahtera warganya,” ujarnya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Merenovasi kantor desa
- Membangun 10 unit RTLH
- Pengadaan 28 unit lampu PJU
- Anggaran kegiatan Posyandu Rp 200 juta
- Salurkan BLT-DD untuk 24 KPM