KANIGARAN, Radar Bromo- Pajak Bumi dan Bangunan-Perkotaan Pedesaan (PBB-P2) menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar di Kota Probolinggo. Tahun ini, Pemkot Probolinggo menarget bisa memperoleh sekitar Rp 15 miliar dari PBB-P2. Target ini naik Rp 1 miliar dibanding tahun sebelumnya.
“Realisasi PBB tahun kemarin sekitar 94 persen lebih,” ujar Kabid PBB-BPHTB Badan Pengelolaan, Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Eko Prasetyo Octavianto.
Eko mengatakan, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) baru sudah tersebar. Jumlahnya ada 79.033 SPPT. Biasanya, sesuai deadline SPPT, pembayaran PBB itu nanti akan banyak dilakukan olah wajib pajak pada bulan Juli dan Agustus.
“SPPT tahun ini bertambah karena banyaknya pemecahan lahan dan SPPT oleh warga,” ujarnya.
Ia mengaku berupaya untuk merealisasikan capaian PBB semaksimal mungkin. Selain seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemkot untuk lunas PBB, juga ada layanan roadshow ke kelurahan seminggu dua kali sesuai jadwal.
Bahkan, ada petugas yang standby di kantor kelurahan. Termasuk melakukan updating data SPPT sebelumnya dengan kondisi saat ini. Dengan updating data, sebelumnya SPPT hanya lahan dan terbaru sudah ada bangunan, nilai SPPT akan naik.
“Updating data dilakukan, mulai masyarakat datang dan daftar sendiri ke kantor. Ada juga program dari subid pendataan dengan melakukan pemecahan di areal-areal perumahan baru. Nilai PBB yang harus dibayar, jika sudah ada bangunan di atas lahan itu,” terangnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando