Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jane, Singa TWSL Probolinggo Dikabarkan Bunting, DLH Bakal Datangkan Dokter Hewan dari Taman Safari

Arif Mashudi • Kamis, 24 April 2025 | 03:50 WIB
KOLEKSI TWSL: Jane (kiri) dan Sera dua singa Afrika, koleksi TWSL. Jane dikabarkan tengah bunting. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)
KOLEKSI TWSL: Jane (kiri) dan Sera dua singa Afrika, koleksi TWSL. Jane dikabarkan tengah bunting. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

MAYANGAN, Radar Bromo-Kabar gembira datang dari Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo. Salah satu satwa unggulan koleksi TWSL, yakni singa tengah bunting.

Kondisi itu, membuat DLH (Dinas lingkungan hidup) Kota Probolinggo sebagai pengelola TWSL, bakal segera mendatangkan dokter hewan dari Taman Safari.

Sebab dikhawatirkan, bila penanganan terlambat, dapat berpengaruh pada proses kehamilan Jane –nama singa betina- ataupun anak singa yang masih dalam kandungan.

Kepala DLH Kota Probolinggo, Retno mengatakan, Minggu (20/4) lalu, Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin meninjau langsung TWSL Kota Probolinggo.

Salah satu yang jadi pembahasan, soal kondisi satwa singa yang dimiliki TWSL.

Sebab, Jena, singa betina TWSL dikabarkan tengah bunting. Hal itu diketahui usai melihat kondisi puting susu singa betina yang mulai keluar.

”Untuk memastikan hamil atau tidak, butuh USG. Tetapi, sulitnya untuk USG satwa harimau. Dikhawatirkan, obat bius sudah habis saat proses USG,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Retno menerangkan, singa yang dimiliki TWSL ada jenis jantan bernama Sera dan betina bernama Jane.

Nah, melihat kondisi perubahan pada jenis betina, diperkirakan hamil muda.

Untuk memastikan itu dan menjaga kehamilan si singa betina, wali kota minta pihaknya untuk segera datangkan dokter hewan dari Taman Safari.

Sekaligus, minta pelatihan cara penanganan singa bunting dan melahirkan. Termasuk penanganan bayi singa yang baru lahir.

Sebab, di Taman Safari singa yang baru dilahirkan, ditempatkan di ecubator. Jika memang diperlukan, bayi singa itu bisa dititipkan untuk sementara untuk mendapatkan penanganan lebih baik.

”Sebelumnya, singa betina TWSL pernah melahirkan. Tapi bayi yang dilahirkan, tidak lama mati. Kemungkinan, salah penanganan atau seperti apa, butuh dokter hewan Taman Safari yang lebih paham,” terangnya.

Kabar baik lagi dikatakan Retno. Kota Probolinggo disebut-sebut bakal dapat sepasang beruang merah dari Breeding Loan.

Nantinya, sepasang beruang merah itu dipelihara di TWSL. Nah, saat bunting dan melahirkan, anak beruang merah tersebut akan menjadi milik TWSL.

”Sesuai pesan pak wali kota, untuk menambah satwa TWSL Kota, dan kami tengah upayakan,” ujarnya. (mas/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#Bunting #singa #Wali Kota Probolinggo #twsl #dokter aminuddin #probolinggo #taman safari