KOMITMEN Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memaksimalkan potensi lokal sekaligus mengembangkan pariwisata satu per satu diwujudkan. Jumat (11/14) malam, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar), Pemkot menggelar Festival Jelajah Rasa, Nikmati Seni (Larasati).
Kegiatan dimulai pukul 18.00-23.00, ini berkonsep Ngopi Bareng Wali Kota. Digelar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo. Mulai depan Rumah Dinas Wali Kota Probolinggo hingga tugu 0 KM Kota Probolinggo.
Usai seremonial, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mempesembahkan lagu keroncong. Menambah kemeriahan event Larasati malam itu. Pemotongan rangkaian bunga di pintu utama menjadi tanda dimulainya event perdana ini. Para pengunjung tampak antusias berebut ingin menikmati jajanan wisata kuliner angkringan kengkap dengan hiburan alunan musik.
Ada 26 pelaku UMKM angkringan yang terlibat. Juga ada tiga panggung yang disediakan khusus menyajikan hiburan musik dengan genre berbeda. Di garis start ada panggung pertama yang menyajikan seni keroncong, panggung kedua beraliran musik akustik, selanjutnya di panggung finis mempersembahkan musik band.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Hj. Evariani, M.Kes.; Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Dwi Ina Lestari, S.AP., M.M.; dan Sekda drg. Ninik Ira Wibawati, M.QIH. Hadir juga Forkopimda, kepala BPS Kota Probolinggo, serta pimpinan Bank Jatim Cabang Probolinggo.
Para asiten staf ahli dan seluruh kepala perangkat daerah hingga pejabat struktural di lingkungan Pemkot Probolinggo, tak mau melewatkan kebersamaan ini. Termasuk, Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, Direktur RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo, dan Direktur Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo.
Sambil menyapa para pedagang dan mencicipi beragam sajian kuliner, senyum hangat tak pernah lepas di raut Wali Kota dan Ketua TP PKK saat menyapa para pengunjung. Mereka juga dengan senang mengabulkan begitu banyaknya warga yang ingin berfoto bersama.
“Bukan main. Luar biasa. Semuanya sangat berkesan. Ini bagian dari komitmen kami membuat suasana di Kota Probolinggo lebih ramai lagi dalam konteks yang positif. Yakni, menggeliatkan perekonomian UMKM dan memberikan wadah untuk meningkatkan eksistensi seni-seni. Yang tak kalah penting, sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memunculkan daya tarik wisatawan, khususnya wisatawan Bromo, agar mau berkunjung ke Probolinggo. Wisatawan bisa singgah, bukan saja karena ada destinasi wisata, tapi juga karena ada destinasi wisata kuliner di sini,” katanya.
Komitmen kami akan mengupayakan, gelaran ini dilaksanakan tiap bulan atau beberapa bulan sekali. Kita patut berbangga bentuk-bentuk seni budaya di Kota Probolinggo sangat banyak dan bervariatif. Kita bisa menyelenggarakan pagelaran seni tari, musik, magician tari kolosal dan pagelaran-pagelaran seni budaya yang lainnya seperti ludruk, musik duk-duk dan sebagainya. Nanti kita sesuaikan dengan potensi wilayah dan budaya yang ada di kota Probolinggo ini,” lanjut Wali Kota.
Diketahui, situasi perekonomian saat ini belum stabil. Namun, menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud sebuah komunikasi yang baik antara pemerintah dengan semua pihak.
“Bagaimana saat kami semua sektor pentahelix untuk terlibat, berdampak nyata pada peningkatan perekonomian di Kota Probolinggo. Saya juga tak menyangka, ternyata kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Kota Probolinggo. Penuhnya pengunjung yang hadir menunjukkan bahwa begitu antusiasme masyarakat menyambut event Larasati ini,” ujarnya.
Salah satu pengusaha angkringan, Rusdi mengaku bersyukur dengan adanya event ini. Dalam waktu sekitar 5 jam berjualan, pihaknya telah mengantongi laba bersih sekitar Rp 3 juta.
Begitu juga dengan Gopar, 31. Dibantu sang istri dan kakaknya, Gopar sampai harus mendatangkan bahan makanan dari 2 angkringan lain miliknya saking ramainya pembeli. “Mudah-mudahan kegiatan seperti ini rutin digelar biar kami bisa ikut lagi,” harap Gopar.
Kepala Dispopar Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa, M.Si. mengatakan, event Larasati digelar salah satunya karena membaca semakin maraknya pedagang angkringan di Kota Probolinggo. “Kami wadahi, sekaligus mengangkat berbagai seni di Kota Probolinggo sebagai daya tarik wisata,” ujarnya.
Menurutnya, suksesnya event ini bukan hanya karena Dispopar. Namun, juga berkat dukungan semua pihak. Terutama para sponsorship. “Tentu saja berkat kolaborasi bersama dengan beberapa perangkat daerah di lingkungan Pemkot Probolinggo. Seperti, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (DKUP); Satpol PP; Polres Probolinggo Kota; dan berbagai pihak lain,” ujarnya. (adv/el)
Editor : Ronald Fernando