MAYANGAN, Radar Bromo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo sempat membuat kecewa sejumlah anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo. Bahkan, dua orang legislator sampai meninggalkan ruang rapat Rabu (9/4).
Penyebabnya, Disdikbud tidak menghadirkan para kepala SDN-SMPN se-Kota Probolinggo dalam rapat.
Sedangkan, dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2024 itu, Komisi I berharap semua kepala sekolah diundang.
Dalam rapat yang dimulai pukul 13.45, itu ada dua anggota dewan yang menyampaikan protes dan sampai keluar ruangan.
Yakni, Wakil Ketua Komisi I Amir Mahmud bersama anggotanya, Sibro Malisi. Mereka meminta rapat ditunda sampai Disdikbud menghadirkan seluruh kepala SD-SMP se-Kota Probolinggo.
Amir Mahmud mengatakan, sesuai surat undangan rapat, disebutkan rapat bersama Disdikbud dan kepala SD-SMP se-Kota Probolinggo.
Karena itu, di ruang rapat disediakan banyak kursi. Termasuk makanan dan minuman sudah disiapkan banyak karena mengundang Disdikbud dan seluruh kepala sekolah.
“Ini yang hadir hanya dari Dinas Pendidikan, kenapa kepala sekolah tidak dihadirkan semua? Dalam pembahasan LKPj ini banyak yang akan dibahas dan pertanyakan. Mulai dari penggunaan BOSDA, program beasiswa, dan lainnya,” katanya.
Mahmud mengaku, meminta rapat ditunda sampai menghadirkan kepala sekolah. Namun, karena rapat dilanjutkan, akhirnya dirinya memilih walk out (WO).
“Saya tadi walk out karena percuma rapat, kepala sekolah tak hadir,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Sibro Malisi. Menurutnya, undangan sebenarnya sudah jelas, Disdikbud berserta seluruh kepala sekolah.
Bahkan, sempat pimpinan DPRD minta kepala sekolah cukup perwakilan 5 sekolah setiap kecamatan, tetapi Komisi I tetap minta dihadirkan semua. Akhirnya, permintaan Komisi I dipenuhi pimpinan DPRD. Namun, saat rapat kepala sekolah tidak hadir.
“Kami ingin kepala sekolah hadir semua. Supaya dapat menanyakan langsung dan menelusuri kebenaran soal informasi yang diterima anggota dewan terkait penggunaan anggaran di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Meski ada dua anggota DPRD yang walk out, rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Isah Junaida ini tetap dilanjutkan. Dimulai pukul 13.45 sampai sekitar pukul 15.45. Rencannya, rapat dilanjutkan tadi malam.
“Pembahasan dilanjutkan nanti malam dengan perwakilan kepala sekolah berdasarkan hasil kesepakatan tadi. Insyaallah saya menghadirkan perwakilan kepala sekolah lagi nanti sesuai hasil pembahasan tadi,” ujar Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah, kemarin sore.
Ia mengatakan, dalam undangan yang diterimanya hanya untuk kepala Disdikbud dan 4 orang perwakilan.
Pihaknya juga sudah koordinasi dengan sekretariat DPRD. Namun, jika diminta menghadirkan seluruh kepala sekolah, sangat siap.
“Jika memang harus menghadirkan kepala sekolah, sebenarnya kami siap. Tapi dalam surat itu, kami lihat hanya perwakilan maksimal 4 orang,” ujarnya.
Menurutnya, rapat berjalan lancar hingga selesai. Ada beberapa pertanyaan dari ketua dan anggota Komisi I.
“Alhamdulillah, sudah terjawab sesuai pertanyaan. Saya hadir bersama 4 orang pejabat Dikbud, perwakilan kepala SMP dan perwakilan kepala SD,” katanya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando