PROBOLINGGO, Radar Bromo-Jelang lebaran, harga daging sapi di kota Probolinggo merangsek naik. Tembus Rp 150 ribu per kilogramnya.
Angka tersebut naik. Sebab sekitar seminggu sebelumnya masih di harga Rp 120 ribu perkilogramnya. Kemudian memasuki hari 27 Ramadan, harganya mulai naik di Rp125 perkilogram.
Jumat (28/3), harganya naik lagi menjadi Rp 130 ribu per kilogram. Lalu kembali melejit naik hingga tembus Rp 150 ribu per kilogram pada Sabtu (29/3).
Salah seorang penjual daging sapi di Kota Probolinggo, Hasan, 68, mengaku bahwa harga daging sapi jarang naik.
Normalnya adalah Rp 120 ribu per kilogram dan stagnan di harga itu. Namun mendekati lebaran setiap tahunnya memang harganya akan naik.
“Ini kan momentum, jadi hanya saat saat begini saja naiknya. Kalau hari biasa tetap, kebetulan kemarin naiknya memang banyak sampai Rp 150 ribu,” jelasnya.
Kenaikan harga daging ini, memang sejalan dengan tingginya permintaan dari konsumen.
Momen lebaran ini, kata Hasan tokonya menjadi lebih ramai daripada hari-hari sebelumnya.
Di hari-hari biasanya, kata Hasan paling ramai dagangannya hanya sampai 30 atau 50 kg. Namun di momen ini, dagangannya laku hingga satu setengah kwintal per-harinya. Ditambah juga dengan banyaknya pesanan daging untuk pembuatan bakso.
“Tadi bawa satu setengah kwintal, sekarang sisa sekitar 5 atau 6 kg ini. Mungkin setelah ini akan habis juga,” lanjutnya.
Di sisi lain salah seorang pembeli di toko Hasan, bernama Ica, 35 warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo saat ditemui sedang berbelanja daging untuk masakan hari raya besok.
“Saya belanja daging, ikut ibu rencananya mau dibuat rendang untuk lebaran nanti,” ujarnya.
Rupanya tak hanya daging sapi yang harganya naik, melainkan juga daging ayam. Per Sabtu (29/3) harganya naik menjadi 38 ribu perkilogramnya. Kenaikannya sekitar 3 ribuan daripada hari normal.
“Biasanya 35 ribu normalnya kemarin naik jadi 36 ribu lalu naik lagi sekarang 38 ribu,” kata salah seorang warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Isa, 39 tahun.
Jika melihat tren di tahun-tahun sebelumnya, harga itu diperkirakan akan bertahan hingga H+7 lebaran nanti, baru setelahnya akan kembali turun.
Rupanya Isa juga kebanjiran pesanan di momen ini, jika biasanya dia hanya mampu menjual 10-20 kilogram per harinya, saat lebaran ini sebanyak 40 kg ayam dagangannya bisa ludes.
“Kalau momen seperti ini kan semua orang butuh, jadi permintaan dari pembeli bisa lebih banyak. Namun setelah H+7 nanti ya turun lagi,” jelasnya. (mg/mie)
Editor : Muhammad Fahmi