LECES, Radar Bromo- Sebuah bedak pedagang buah di Jalan Raya Leces, Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terbakar. Selasa (18/3) dini hari, api melalap habis lapak milik Tosan, 57, warga Desa/Kecamatan Leces itu.
Setiap harinya, korban berjualan hingga malam. Sama seperti hari-hari biasanya, malam itu korban baru kembali ke rumah setelah pukul 22.00. Sekitar pukul 02.00, salah seorang Satpam Masjid Ar-Rahmah, Haris, mengetuk pintunya dan mengabari bedak-nya terbakar.
“Gedor-gedor pintu, katanya bedak saya kebakaran. Langsung saya bangun dan bergegas ke bedak,” katanya.
Sesampainya di bedak-nya, ia mendapati isinya sudah ludes. Termasuk buah-buahan dan satu unit mobil pikap di dalamnya. Beruntung saat itu masih banyak orang. Warga yang masih terjaga bahu membahu mematikan api agar tak semakin besar.
Tim Damkar Kabupaten Probolinggo juga datang. Namun, mereka baru mendapat informasi setelah api membesar.
“Damkar datang, tapi apinya sudah padam, saya juga tidak tahu siapa yang menelepon, mungkin warga. Soalnya sudah panik tidak kepikiran mau menelepon Damkar,” katanya.
Menurut sejumlah orang, kata Tosan, api berasal dari bagian pojok bedak yang berbatasan langsung dengan area PT Kertas Leces. Sampai saat ini, tak diketahui pasti apa penyebab kebakaran. Korban memastikan di dalam bedak tidak ada barang-barang yang mudah terbakar, seperti tabung gas ataupun kompor.
Di sisi lain, menurut korban, juga tak ada korsleting listrik. Sebab, kondisi listrik semua masih menyala saat kebakaran.
“Saya tidak tahu apa penyebabnya. Saat kebakaran listrik semua masih menyala, saya yang matikan listriknya agar tidak korslet,” katanya.
Atas kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian Rp 23 juta. Kerugian itu dihitung dari banyaknya buah-buahan yang rusak akibat terbakar serta mobil pikap.
Siangnya, korban memutuskan untuk membangun kembali bedak-nya agar bisa kembali berjualan. Ia mengaku tak ambil pusing dengan kejadian tersebut dan enggan berburuk sangka.
“Mungkin memang cobaannya. Saya cepat bangun bedak lagi agar bisa kembali berjualan mengingat sudah hampir hari raya,” ujarnya. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando