PROBOLINGGO, Radar Bromo- Memasuki Ramadan, permintaan kurma di Kota Probolinggo meningkat tajam. Para pedagang mengaku meraup keuntungan hingga lipat dua dibandingkan hari-hari biasa.
Kurma menjadi salah satu buah yang paling diburu masyarakat. Baik untuk konsumsi pribadi, donasi ke masjid, maupun sebagai takjil berbuka puasa.
“Biasanya dalam 10 hari, saya hanya bisa menjual 5 dus. Saat Ramadan, naik dua kali lipat menjadi 10 dus,” ujar salah seorang pedagang kurma di Kota Probolinggo, Bambang, 55.
Harganya bervariasi. Tergantung jenisnya. Namun, rata-rata 1 dus berisi 10 kilogram dijual sekitar Rp 230 ribu.
“Kurma Sukari banyak dicari karena rasanya manis dan teksturnya lembut," katanya.
Vivi, 36, pedagang kurma di Kecamatan Kedopok, juga merasakan berkah Ramadan. Memasuki Ramadan, penjualannya meningkat lipat dua.
“Saya menjual kurma setiap hari, tapi memang saat Ramadan permintaan meningkat drastis," ujarnya.
Selama bulan puasa, satu dus berisi 10 kilogram bisa habis dalam waktu hanya 3 hari.
“Saya memilih jenis kurma yang lebih terjangkau agar tetap ramai pembeli,” katanya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga