SUKAPURA, Radar Bromo-Longsor kembali terjadi di wilayah dataran tinggi di Kabupaten Probolinggo. Kali ini longsor terjadi di jalan raya menuju kawasan Gunung Bromo tepatnya di Dusun Jurang Jontro, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Minggu (9/3).
Ada empat titik longsor yang terjadi dan sempat membuat jalur menuju Bromo terhambat.
Longsor disebabkan karena curah hujan yang tinggi sejak Sabtu hingga hari Minggu. Dari empat titik longsor, setiap titik jaraknya tidak terlalu jauh satu sama lain. Hanya sekitar 100 meter.
Kepala Desa Wonokerto, Heri Dri Hartono mengatakan, longsor pertama terjadi pada siang hari. Lalu ada longsor susulan pada sekitar pukul 19.00 malam serta pada pukul 21.30.
“Karena hujannya sejak hari Sabtu itu intensitasnya tinggi dari malam sampai pagi, maka menyebabkan longsor,” katanya.
Akibat longsor tersebut menyebabkan arus lalu lintas menuju Gunung Bromo terhambat. Akses jalan yang bisa dilewati hanya satu jalur, yakni jalur menuju Bromo, sedangkan jalur sebaliknya tertutup longsor.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Probolinggo, masyarakat Desa dan Dinas PUPR turun langsung untuk membersihkan sisa-sisa longsor.
Namun, karena membutuhkan alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo terpaksa proses pembersihan dilanjutkan pada esok hari Senin (10/3).
“Beberapa sudah kami bersihkan namun karena butuh alat berat kami bersurat ke PUPR agar dibantu alat berat, dan dilanjut besok” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Longsor yang terjadi di Sukapura akhirnya bisa tuntas dibersihkan. Semua titik sudah kembali bersih pada Senin (10/2) sekitar pukul 10.08 pagi. Lalu lintas juga kembali normal dan dapat dilewati untuk dua jalur.
Longsor di Sukapura ini memang menjadi atensi. Sebab longsor menutupi akses wisata. Karenanya untuk percepatan evakuasi tim gabungan dan kendaraan berat diturunkan ke lokasi longsor.
Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala menjelaskan material longsor menutup akses jalan sehingga mengganggu para wisatawan yang hendak berwisata ke Gunung Bromo.
Oleh karena itu untuk percepatan evakuasi Polres Probolinggo melalui Polsek Sukapura bersama TNI, BPBD dan warga sekitar bahu membahu membersihkan material longsor.
“Sesaat setelah longsor kami jajaran TNI-Polri, BPBD dan warga sekitar berupaya membersihkan material longsor. Agar sebagian badan jalan dapat dilewati kendaraan roda 4 dan roda 2,” katanya.
Ardhi memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden longsor tersebut. Walaupun demikian pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang bermukim di wilayah lereng pegunungan untuk selalu waspada potensi bencana alam saat musim hujan.
Pasalnya musibah bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir bandang datang secara tiba-tiba.
“Kami pastikan tidak ada korban dalam kejadian ini. Pasca kejadian longsor kami menyiagakan personel untuk siaga bencana,” ucapnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, proses evakuasi dilakukan dua kali.
Mulanya petugas gabungan melakukan evakuasi secara manual untuk membuka akses jalan sehingga dapat dilalui oleh kendaraan.
Namun ada 4 titik sebagian jalan masih tertutup material longsor. Sehingga membutuhkan alat berat Dinas PUPR untuk mengevakuasi material tanah longsor yang cukup tebal.
“Tebing yang longsor rata-rata tingginya antara 2 sampai 5 meter. Sehingga material longsor cukup tebal,” ucapnya.
Pada hari Senin, petugas dari Dinas PUPR menggunakan kendaraan berat menepikan material tanah longsor. Sehingga ruas jalan yang tertimpa longsor kembali bersih dan aman dilintasi oleh kendaraan roda 4 dan roda 2.
“TRC bersama instansi terkait melakukan pembersihan material tanah longsor menggunakan alat berat di 4 titik ruas jalan. Kondisi saat ini material longsor sudah dibersihkan dan jalan sudah bisa dilalui,” tuturnya. (mg/ar/fun)
Editor : Abdul Wahid