Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kriikk.. Kriikk.. Ada Kafe Cocok untuk Orang Introvert di Probolinggo

Inayah Maharani • Senin, 10 Maret 2025 | 05:32 WIB

 

 

Salah satu sudut kafe “introvet” di Kelurahan/Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. (Inayah Maharani/ Radar Bromo)
Salah satu sudut kafe “introvet” di Kelurahan/Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. (Inayah Maharani/ Radar Bromo)

Tempat nongkrong di wilayah Probolinggo, semakin menjamur. Seakan miliki target pasar sendiri-sendiri. Ada salah satu tempat nongkrong yang diklaim oleh para pelanggannya sebagai tempat untuk orang-orang introvert.

==========================

KAFE ini memang jauh dari keramaian. Pelanggannya juga kebanyakan pelanggan tetap yang kebiasaan nongkrong di tempat itu. Kedai kopi tersebut berada di Kelurahan/ Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo.

Tak seperti tempat nongkrong pada umumnya yang mencari lokasi strategis di tengah kota. Owner kedai ini malah sengaja mencari lokasi yang jauh dari keramaian, bahkan harus masuk gang.

“Dari pada rebutan market di tengah kota, saya pilih ciptakan pasar sendiri,” ujar owner kedai itu, Septyarizaldi Ismanto.

Lelaki 32 tahun ini mengaku tak khawatir meski lokasi kedai kopinya jauh dari keramaian. Katanya, kebanyakan karakter pelangannya memang menyukai tempat yang jauh dari kebisingan.

Malah katanya, mereka sendiri yang menjuluki kedainya sebagai tempat nongkrong orang introvert. Tak hanya owner-nya yang introvert, rupanya pengunjungnya pun sama.

“Saya memang pengennya kedai ini agak jauh dari tempat yang terlalu ramai. Ditambah lagi pelanggannya ternyata juga introvert,” katanya.

Umumnya meja dan kursi sengaja dibentuk berkelompok, sebab kebanyakan orang yang datang memang tak sendiri.

Namun, jarak antarmeja didesain cukup berjarak untuk memberi space, sehingga pengunjung lain tak mendengar percakapan kelompok lain.

Ada juga sebuah lorong yang tak terlalu besar. Kata Aldi, tempat ini juga menjadi spot favorit bagi mereka yang memiliki karakter introvert. “Saya sengaja beri ruangan kecil khusus untuk orang-orang introvert,” katanya. (mg/rud)

 Baca Juga: Jalan KH Mansyur, Surganya Kuliner Pecinta Bebek di Probolinggo

 

Mirip Gudang, Buka hingga Sahur

TAK hanya pengunjungnya yang unik. Desain bangunan kedai ini juga unik. Memiliki bangunan yang khas dengan arsitektur mirip gudang.

Menurut cerita sang pemilik Kedai, Septyarizaldi Ismanto, pada dua tahun pertama kedainya berdiri, memang menempati sebuah bangunan yang dulunya merupakan gudang. Dari situlah, karakter tersebut melekat. Akhirnya, pada tahun ketiga sampai sekarang tahun ke lima, karakter tersebut tak dihilangkan.

“Awalnya gudang punya paman saya tidak dipakai, ya udah saya coba tempati. Namun, karena saya ingin punya tempat sendiri, akhirnya pindah tempat,” katanya.

Setelah pindah tempat, karakter bangunannya didesain memiliki ciri ikhas yang tak jauh beda dari tempat pertama. Secara garis besar, owner-nya mengambil konsep rustic untuk desai kedainya itu.

Bangunannya dikonsep unfinished, sehingga struktur temboknya sengaja tak dicat berwarna-warni. Melainkan hanya diaci. Tak ada warna mencolok hanya didominasi warna hitam dan coklat dari warna kayu meja dan kursi di sana.

Bahkan, atap bangunan juga tak pakai plafon. Sengaja dibiarkan masih terlihat bentuk kayu-kayu yang membentang di atas. Alasannya, selain agar sesuai konsep, juga agar suasana lebih dingin.

“Karena sudah melekat karakternya dengan tempat yang lama, jadi saya tidak ingin menghapus itu. Secara umum konsepnya rustic sih untuk bangunannya,” jelasnya.

Selain konsep bangunannya yang rustic, bahkan jadwal buka tutup kedai ini juga tak pasti. Menyesuaikan kesibukan sang owner. Namun, biasanya paling lambat buka pukul 13.00 hingga pukul 22.00. Bisa juga buka lebih awal jika sang owner sedang tak sibuk.

“Kalau saya bangun lebih pagi dan kerjaan selesai, kadang pukul 10.00 sudah buka. Tapi, kalau tidak ya tergantung saya bisanya kapan,” katanya.

Kata Aldi, para pengunjungnya sudah maklum. Biasanya mereka lebih dulu menghubungi Aldi saat sebelum memutuskan untuk datang ke kedai. Namun, saat Ramadhan, jam buka lebih teratur. Setelah Magrib hingga menuju waktu sahur. (mg/rud)

Editor : Muhammad Fahmi
#kademangan #jauh dari keramaian #kafe #nongkrong #Introvert #probolinggo