Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dicurhati Pedagang Pasar Baru soal Kian Banyaknya Pedagang Liar di Luar Pasar, Begini Respons Wali Kota Probolinggo

Arif Mashudi • Minggu, 9 Maret 2025 | 09:07 WIB

Wali Kota Probolinggo dokter Aminuddin (berpeci) saat meninjau deretan stan di dalam Pasar Baru. Banyaknya pedagang liar di luar pasar dikeluhkan para pedagang. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)
Wali Kota Probolinggo dokter Aminuddin (berpeci) saat meninjau deretan stan di dalam Pasar Baru. Banyaknya pedagang liar di luar pasar dikeluhkan para pedagang. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)
 

KANIGARAN, Radar Bromo Masalah klasik pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo seperti tidak pernah terselesaikan.

Salah satunya, banyak pedagang liar yang berjualan di luar pasar. Sehingga, cukup banyak pembeli yang enggan masuk ke dalam pasar.

Keluhan inipun kembali disampaikan pedagang saat Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengunjungi Pasar Baru, Jumat (7/3) pagi.

Mereka mengeluhkan sepinya dagangan di dalam pasar, akibat makin banyaknya pedagang liar yang berjualan di luar.

Umumnya, pedagang liar ini berjualan di trotoar tepi jalan Pasar Baru. Di sini, banyak pedagang berjualan.

Bahkan, lebar trotoar yang awalnya 1,5 meter, hanya tersisa setengah meter. Sebabnya, mereka berjualan dengan membuka lapak di trotoar. Baik itu dagang sayuran, dan lainnya.

Salah satu pedagang yang berjualan di luar adalah Sumiati, 58, asal Semendi, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Sumiati mengaku, dirinya berjualan di luar pasar karena tidak punya tempat (lapak) di dalam. Sementara di luar ada banyak pedagang berjualan.

”Karena banyak yang jualan di luar, akhirnya saya ikut-ikutan. Saya tahu nggak boleh. Tapi bagaimana lagi, saya cari makan. Ini saja jualan sepi juga,” kata Sumiati.

Sementara salah satu pedagang di dalam pasar mengatakan, banyak pengunjung yang enggan masuk.

Mereka lebih suka berbelanja di  luar pasar. Akibatnya, dagangan pedagang di dalam pasar jadi sepi.

”Ini Pak Wali Kota, dagangan pisang saya sampai bosok karena sepi tidak laku,” kata salah satu pedagang menyampaikan pada Wali Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin pun berjanji, pemkot akan segera menindaklanjuti curhat pedagang di dalam pasar. Sejumlah rencana bahkan sudah disiapkan.

Mulai dari penertiban pedagang liar, sampai rencana membobol dinding sisi utara pasar untuk membuka akses keluar masuk yang baru.

Dengan adanya pintu baru, diharapkan pembeli bisa masuk lewat pintu baru ini. Sehingga, pedagang di dalam akan lebih ramai pembeli.

”Untuk penertiban tetap akan kami lakukan, tetapi tetap humanis. Karena berkaitan dengan urusan perut. Tetapi yang pasti, nanti ke depan pedagang di luar harus menempati lapak-lapak di dalam yang kosong,” terangnya.

Terpisah, Kepala DKUP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, para pedagang di luar pasar itu berasal dari beberapa kalangan.

Di antaranya, para pedagang lama sudah mendapatkan bagian lapak masing-masing. Hanya saja, mereka bandel memilih berjualan di luar.

Selain itu, ada juga pedagang pasar Gotong Royong yang malam berjualan di atas, dan paginya pindah ke luar pasar Baru.

”Muncul juga pedagang-pedagang baru yang jualan di luar pasar baru. Semua sudah ada datanya. Tinggal penertibannya,” katanya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasar baru #pedagang liar #Wali Kota Probolinggo #dokter aminuddin #probolinggo #trotoar