Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lalu Lintas di Kota Probolinggo Sering Terganggu Pemburu Takjil, Sejumlah Titik Rawan Balap Liar

Inneke Agustin • Jumat, 7 Maret 2025 | 09:10 WIB
RAMAI: Suasana lalu lintas di Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo, terlihat ramai dengan penjual takjil dan pemburunya.
RAMAI: Suasana lalu lintas di Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo, terlihat ramai dengan penjual takjil dan pemburunya.

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Ramadan membawa berkah bagi para pedagang takjil di Kota Probolinggo. Menjelang waktu berbuka, berbagai makanan dan minuman khas Ramadan dijajakan di sejumlah titik. Menarik antusiasme masyarakat untuk berburu hidangan berbuka.

Namun, meningkatnya aktivitas ini juga berdampak terhadap arus lalu lintas. Terutama di ruas jalan yang menjadi pusat penjualan takjil.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Muhammad Dahroji mengatakan, beberapa titik rawan kemacetan terjadi menjelang Magrib. "Beberapa di antaranya adalah ruas Jalan Pahlawan, Jalan Cokroaminoto, Jalan Maramis, serta sekitar Bazar Ramadan di depan Stadion Bayuangga," jelasnya.

Mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Probolinggo Kota menerjunkan sejumlah personel guna mengatur kelancaran arus kendaraan. Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya melakukan penjagaan di titik-titik strategis. Seperti simpang tiga Jalan Cokroaminoto dan Jalan Gubernur Suryo, Jalan Pahlawan, kawasan Stadion Bayuangga, serta Alun-Alun Kota Probolinggo.

“Penjagaan dilakukan mulai pukul 16.00 hingga 18.00. Pada jam tersebut arus kendaraan meningkat akibat masyarakat yang keluar rumah untuk berburu takjil. Kami ingin memastikan aktivitas jual beli takjil dan pergerakan masyarakat tetap aman dan lancar," ujarnya.

Satpol PP Kota Probolinggo turut mengawal ketertiban pedagang kaki lima (PKL). Agar tidak mengganggu lalu lintas. Salah satunya dengan melakukan patroli dan mengingatkan PKL agar tidak berjualan terlalu menjorok ke badan jalan.

“Kami meminta mereka sedikit mundur atau naik ke trotoar agar tidak menghambat arus lalu lintas. Begitu pula dengan pembeli, diimbau tidak berkerumun di tepi jalan," ujar Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Probolinggo Abdi Firdausi.

Abdi mengakui, aktivitas berjualan di trotoar tidak sesuai aturan. Namun, mengingat sifatnya yang sementara selama Ramadan, pihaknya memberikan toleransi. Asalkan tidak sampai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. (gus/rud)

 

JAGA KEAMANAN: Sejumlah anggota Polres Probolinggo Kota berjaga di Jalan K.H. Hasan Genggong yang kerap dijadikan arena balap sepeda.
JAGA KEAMANAN: Sejumlah anggota Polres Probolinggo Kota berjaga di Jalan K.H. Hasan Genggong yang kerap dijadikan arena balap sepeda.

Banyak Jalan Jadi Arena Balap Sepeda

TAK HANYA soal kepadatan akibat penjual takjil, Ramadan yang bertepatan dengan libur sekolah juga dimanfaatkan sebagian remaja untuk menggelar balap sepeda liar di beberapa ruas jalan. Sat Samapta Polres Probolinggo Kota, pun turun tangan.

Kasat Samapta Polres Probolinggo Kota Iptu Agus Nurfadianto mengatakan, ada beberapa titik rawan balap sepeda. Seperti Jalan K.H. Hasan Genggong, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Mastrip, dan Jalan Raden Wijaya.

Baca Juga: Nilai Investasi di Kota Probolinggo Capai Rp 18 Triliun, Berhasil Serap 17.632 Tenaga Kerja

“Kami masih melakukan penghalauan terhadap kegiatan ini. Kelompok yang kedapatan di lokasi langsung kami bubarkan. Kami juga melakukan langkah preventif dengan memberikan imbauan melalui tokoh masyarakat setempat," jelasnya.

Agus mengingatkan, balap sepeda di jalan raya sangat berbahaya. Baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lain. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak muda untuk tidak melakukan aksi tersebut demi keselamatan bersama," tegasnya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#lalu lintas #probolinggo #takjil