KEDOPOK, Radar Bromo–Pemkot Probolinggo telah menetapkan 10 proyek strategis Kota Probolinggo tahun 2025.
Penetapan 10 proyek strategis Kota Probolinggo 2025 itu telah dituangkan dalam Perwali Kota Probolinggo Nomor 93/2024 tentang Penetapan Proyek Strategis Kota Probolinggo tahun anggaran 2025.
Anggaran untuk sepuluh proyek strategis itu tidak sedikit. Mencapai sekitar Rp 23 miliar lebih. Tepatnya Rp 23.022.900.000.
Dari 10 proyek strategis itu, tiga di antaranya merupakan proyek di Dinas PKP (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman).
Lalu, tiga proyek di RSUD Ar Rozyy, dua proyek di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan dua proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala Dinas PUPR-PKP Setiorini Sayekti menjelaskan, 10 proyek strategis itu melekat pada masing-masing OPD.
Seperti halnya pembangunan kelanjutan gedung kantor Inspektorat senilai Rp 5 Miliar, melekat di Dinas PUPR-PKP.
Begitu juga rehabilitasi Rumah Dinas Wakil Wali Kota Probolinggo yang dianggarkan Rp 1 Miliar.
Serta Peningkatan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Jaringan Perpipaan (menuju pelabuhan) dengan nilai Rp ) Rp 1,870 Miliar.
Ketiga proyek strategis itu menelan anggaran Rp 7,870 miliar dan merupakan yang terbesar dibandingkan OPD lain.
”Untuk sepuluh proyek strategis tahun 2025 itu, tidak semuanya di Dinas PUPR. Tapi melekat di masing-masing OPD,” katanya.
Kemudian, tiga proyek strategis lainnya melekat di RSUD Ar Rozy. Antara lain, pengembangan IGD Lantai 2 yang dianggarkan Rp 1,5 Miliar.
Lalu pengadaan tenaga kebersihan sebesar Rp 2,964 Miliar dan pengadaan tenaga keamanan nilainya Rp 2,280 Miliar. Total tiga proyek strategis ini mencapai sekitar Rp 6,7 miliar.
Direktur RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo dr. Abrar HS. Kuddah menjelaskan, salah satu proyek strategis yang akan dilakukan yaitu pengembangan IGD lantai 2.
Saat ini, Lantai 2 RSUD Ar Rozy belum ada fasilitasnya sama sekali. Bahkan, belum ada ruangan-ruangan di sana. Masih berbentuk los.
Rencananya, tahun ini akan dibangun ruangan-ruangan, dilengkapi dengan peralatan IGD di Lantai 2. Termasuk, maternity untuk ruangan IGD ibu hamil atau kandungan.
”Jadi untuk meningkatkan pelayanan, perlu pengembangan fasilitas dan peralatan IGD di Lantai 2,” terangnya.
Selanjutnya, dua proyek strategis di DLH dengan anggaran total sekitar Rp 7 miliar. Yaitu, pembangunan Hanggar RDF sebesar Rp 2,5 Miliar dan pengadaan mesin RDF nilainya Rp 4,5 Mkiliar.
Terakhir, yaitu dua proyek strategis di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang nilainya paling kecil. Yaitu total sekitar Rp 1,408 miliar.
Meliputi pengadaan seragam peserta didik jenjang SD dan SMP. Untuk jenjang SDN senilai Rp 603.900.000 dan jenjang SMP mencapai Rp 805 juta. (mas/hn)
10 Proyek Strategis Kota Probolinggo 2025
- Pembangunan Gedung Inspektorat (Lanjutan) Rp 5 Miliar (dari DAU); Dinas PUPR-PKP
- Rehabilitasi Rumah Dinas Wakil Wali Kota Probolinggo Rp 1 miliar (dari DAU); Dinas PUPR-PKP
- Peningkatan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Jaringan Perpipaan (Menuju Pelabuhan) Rp 1,870 Miliar (dari DAU); Dinas PUPR-PKP
- Pembangunan Hanggar RDF Rp 2,5 Miliar (dari DAU/DBH); Dinas Lingkungan Hidup
- Pengadaan Mesin RDF Rp 4,5 Miliar (dari DAU/DBH); Dinas Lingkungan Hidup
- Pengembangan Rumah Sakit (Belanja Modal Bangunan Gedung–Pengembangan IGD Lantai 2) Rp 1,5 Miliar (dari DAU-SG Kesehatan); RSUD Ar Rozy
- Belanja Jasa Tenaga Kebersihan Rp 2,964 Miliar (dari DAU- SG Kesehatan); RSUD Ar Rozy
- Belanja Jasa Tenaga Keamanan Rp 2,280 Miliar (dari DAU-SG Kesehatan); RSUD Ar Rozy
- Pengadaan Perlengkapan Sekolah-Seragam Peserta Didik Jenjang SD Rp 603.900.000 (dari DAU – Insentif Fiskal); Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
- Pengadaan Perlengkapan Sekolah-Seragam Peserta Didik Jenjang SMP Rp 805 Juta (dari DAU – Insentif Fiskal); Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Editor : Muhammad Fahmi