Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sering Dilintasi Truk Bertonase Tinggi, Jalan Brantas-Probolinggo Perlu Ditingkatkan

Arif Mashudi • Rabu, 5 Februari 2025 | 05:35 WIB
DIPERBAIKI: Sejumlah pekerja memperbaiki Jalan Brantas, Kota Probolinggo. terlihat Kabid Bina Marga Gigih Adityawan mengawasi langsung pengerjaannya.
DIPERBAIKI: Sejumlah pekerja memperbaiki Jalan Brantas, Kota Probolinggo. terlihat Kabid Bina Marga Gigih Adityawan mengawasi langsung pengerjaannya.

KADEMANGAN, Radar Bromo - Kondisi Jalan Brantas, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, banyak berlubang.

Diduga, kerusakan jalan ini disebabkan banyak dilintasi kendaraan yang melebihi kelas jalan.

Karena itu, perlu dilakukan peningkatan kelas jalan dengan menambah ketebalan aspal jalan minimal 10 sentimeter.

Mengingat, Jalan Brantas merupakan jalan yang berada di kawasan industri Kota Probolinggo.

 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kerusakan Jalan Brantas tidak hanya retak. Juga banyak jalan berlubang dan aspal hancur.

Dalam proses perbaikannya, harus dilakukan pengerukan atau menggali aspal yang retak sebelum diaspal ulang.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan, dan Pemukiman Kota Probolinggo Gigih Ardityawan mengatakan, Jalan Brantas dengan ketebalan aspal sekitar 10 sentimeter seharusnya hanya untuk kendaraan dengan berat maksimal 20 ton.

Namun, karena Jalan Brantas merupakan kawasan industri, banyak kendaraan dengan muatan hingga 40 ton ke atas juga melintasinya.

Akibatnya, aspal jalan tidak kuat dan mudah rusak.

“Jalan Brantas memang perlu dilakukan peningkatan aspal jalan. Saat ini aspal jalan ketebalannya 10 sentimeter, perlu ditingkatkan dengan penambahan aspal jalan 10 sentimeter sampai 11 sentimeter, sehingga kelas aspal jalan bisa sampai tonase 40 ton,” jelasnya.

Jalan Brantas sepanjang sekitar 3,7 kilometer ini, kata Gigih, pernah dilakukan peningkatan aspal jalan di satu titik pada 2022. Namun, peninggian aspal jalan 10 sentimter itu hanya sepanjang sekitar 800 meter.

Hasilnya, jalan ketebalan aspalnya ditambah ini, sejauh ini kondisinya masih bagus. Tidak rusak. Sedangkan, ruas jalan yang belum dilakukan peningkatan, banyak rusak.

Sejumlah kerusakan ini telah diperbaiki. Dilakukan tambal sulam sejak Kamis (30/1). Perbaikannya diperkirakan rampung Rabu (5/2).

“Tahun kemarin sudah kami ajukan ke Pemerintah Pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Tahun ini, kami akan ajukan dan tembusi lagi supaya dibantu pembangunannya melalui APBN,” terangnya.

Langkah pemkot mendapatkan dukuangan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan sangat dibutuhkan. Demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran roda perekonomian.

Karena itu, pihaknya mendukung pemkot untuk mengajukan program bantuan pembangunan jalan daerah kepada Pemerintah Pusat.

“Pembangunan infrastruktur jalan yang membutuhkan anggaran besar, sangat perlu diajukan ke Pemerintah Pusat, sehingga melalui APBN ada perbaikan atau pembangunan jalan daerah,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kendaraan berat #jalan brantas #pemkot probolinggo #probolinggo