TONGAS, Radar Bromo- Sesosok mayat perempuan ditemukan mengambang di muara Sungai Bayeman, Dusun Jaringan, Blok Tambak, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Jasadnya kali pertama ditemukan sekelompok nelayan yang hendak melaut, Sabtu (1/2) dinihari, sekitar pukul 03.00.
Salah satu dari sekelompok nelayan itu adalah Sahid. Ia pun melaporkan temuannya ke perangkat desa yang kemudian diteruskan ke kepolisian.
Setelah ditelusuri, perempuan berusia 77 tahun itu diketahui bernama Djuwairiyah, warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Kanitreskrim Polsek Tongas Aipda Anang Farid mengatakan, awalnya Sahid dan teman-teman mengira jasad korban boneka.
Posisinya tengkurap. Setelah diamati, ternyata jasad seorang perempuan.
Sahid kemudian mengajak rekannya mengikat jasad korban sebatang pohon mangrove. Agar tidak terbawa arus sembari menunggu petugas datang. “Pertama kali ditemukan oleh nelayan,” ujar Farid.
Sekitar pukul 04.00, salah satu nelayan menghubungi perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Tongas.
Sekitar pukul 08.50, korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Kepolisian sempat kesulitan menggali identifikasi korban. Warga sekitar lokasi kejadian tidak ada yang mengenalinya.
Terlebih tubuh korban sudah membengkak karena terlalu lama tenggelam.
Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Zaenal Arifin mengatakan, jenazah korban diidentifikasi dengan sidik jari. Setelah identitasnya ditemukan, kepolisian pun mengabari keluarga korban.
Keluarga korban membenarkan jasad tersebut anggota keluarganya. Ia diketahui meninggalkan rumah sejak tiga hari lalu.
Dari keterangan keluarga korban, kata Zaenal, korban mengalami demensia. Sering hilang meninggalkan rumah, namun keluarga berhasil menemukannya.
“Anaknya membenarkan itu ibunya yang hilang tiga hari ini. Katanya, korban sering hilang selama ini akibat linglung, sebab sudah lansia,” jelasnya.
Diduga, korban berjalan dari rumahnya sampai ke Desa Bayeman, Kecamatan Tongas. Penyebab korban sampah tenggelam juga belum dipastikan. Namun, berdasarkan visum luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Ia diperkirakan meninggal sejak Jumat (31/1).
“Mungkin karena sudah linglung, jadi kecelakaan atau terpleset, sehingga tenggelam,” kata Zaenal. Atas permintaan keluarga, korban tidak diotopsi dan langsung dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan. (mg/rud)
Editor : Muhammad Fahmi