SUMBERASIH, Radar Bromo-Agenda wisata sejumlah warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ke Bromo berujung tragedi. Itu setelah mobil Toyota Hiace yang mereka tumpangi alami kecelakaan.
Mobil Hiace bernopol B 7911 UDA itu nyungsep ke sungai di depan SPBU 53.672.23, Jalan Raya Sukapura, Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Kecelakaan itu terjadi Rabu pagi (22/1) sekitar pukul 09.00. mobil itu dikemudikan Efendi, warga Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan.
Sri, 65, warga setempat mengatakan, kala itu, ia sedang menata tumpukan beras di warungnya.
“Tiba-tiba ada suara bruak. Saya lihat ke depan ternyata ada mobil yang kecelakaan,” ujarnya.
Meski begitu, tak ada warga yang berani membantu mengevakuasi korban di dalam mobil travel tersebut.
“Kami takut dan tampaknya para penumpang di dalam keluar sendiri. Semuanya selamat,” katanya pemilik toko kelontong yang ada di depan lokasi kejadian ini.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Siswandi mengatakan bahwa Toyota Hiace tersebut semula bergerak dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang.
Namun sesampainya di lokasi, tiba-tiba ban belakang sebelah kiri kendaraan mengalami pecah ban.
“Sehingga mobil hilang kendali dan menyeberang ke jalur berlawanan. Mobil juga sempat berputar arah menghadap selatan sebelum akhirnya masuk ke sungai. Syukur seluruh penumpang selamat,” terangnya.
Diketahui, mobil travel tersebut tengah memuat 6 turis WNA. Mereka usai berwisata ke Gunung Bromo dan hendak pergi ke Pulau Dewata.
Namun nahas, di tengah perjalanan mobil tersebut mengalami kecelakaan.
Kecelakaan ini juga sempat terekam di CCTV milik SPBU 53.672.23.
“Mobil bergerak dari selatan, sepertinya mengalami pecah ban. Sementara di depannya ada pengendara motor. Mungkin menghindari itu atau bagaimana kurang paham, hingga akhirnya oleng ke arah timur dan masuk sungai,” kata Pengawas SPBU, Muhammad Zainul.
Zainul mengatakan para penumpang di mobil tersebut keluar dengan sendirinya.
Para WNA bahkan masih sempat duduk di depan SPBU sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD dr. Mohammad Saleh untuk diperiksa dan mendapat penanganan medis.
Akibat tertabrak mobil, bangunan pembatas sungai milik SPBU 53.672.23 mengalami kerusakan.
“Nantinya akan kami mintai ganti rugi. Tapi untuk sekarang belum diketahui jumlahnya berapa. Masih proses kalkulasi,” kata Zainul yang merupakan warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Ipda Farouk Rahmad Hidayat menjelaskan mengatakan bahwa proses evakuasi berjalan alot akibat bodi depan mobil tersangkut batang pohon.
Sejak pukul 09.00, mobil baru bisa dievakuasi ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Probolinggo sekitar pukul 13.00 dengan dibantu mobil derek dan sejumlah warga sekitar.
Farouk mengatakan bahwa batang kayu tersebut mengakit mesin yang ada di bawah mobil.
“Bila kami paksakan untuk langsung ditarik maka akan mengakibatkan kerusakan pada mesin mobil. Sehingga sebelum diderek, batang kayu yang ada di bawah mobil kami potong menggunakan chainsaw. Baru kemudian mobil kami derek,” terangnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi