Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

PMK Landai, Pasar Hewan di Kota Probolinggo Dipastikan Tetap Beroperasi

Arif Mashudi • Rabu, 15 Januari 2025 | 10:35 WIB
CEK LANGSUNG: Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau langsung Pasar Hewan Wonoasih Kota Probolinggo, Selasa (14/1). Serta, sejumlah petugas menyemprot sapi menggunakan disinfektan sebelum masuk pasar
CEK LANGSUNG: Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau langsung Pasar Hewan Wonoasih Kota Probolinggo, Selasa (14/1). Serta, sejumlah petugas menyemprot sapi menggunakan disinfektan sebelum masuk pasar

WONOASIH, Radar Bromo- Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menimpa ternak di Kota Probolinggo, masih bermunculan. Bahkan, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono turun ke kota mangga untuk meninjau langsung Pasar Hewan Wonoasih Kota Probolinggo.

Selasa (14/1) siang, Adhy menuju pasar hewan Ditemani sejumlah pejabat. Termasuk Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Probolinggo Aries Santoso.

Aries mengatakan, di Kota Probolinggo, sejauh ini ada 74 ekor sapi yang terjangkit PMK. Sejumlah 69 ekor sudah sembuh dan 5 ekor lainnya mati.

Sejauh ini, pasar hewan di Kota Probolinggo tetap beroperasi karena kasus PMK masih rendah. Juga untuk lebih memudahkan pengawasan dan pencegahan penyebaran PMK.

“Jika pasar hewan ditutup, pengawasan kasus PMK semakin sulit, sehingga penyebarannya rawan meluas. Jika pasar hewan dibuka, pengawasan dan pencegahan lebih mudah dilakukan,” katanya.

Adhy mengatakan, ternak di pasar hewan perlu disemprot disinfektan untuk mencegah penularan PMK.

“Vaksin PMK sudah kami siapkan. Ada 25 ribu yang diberikan kepada masyarakat. Kami juga sudah membeli vaksin sendiri, 300 ribu. Bulan depan juga mendapatkan vaksin tambahan 1,4 juta,” katanya.

Ia memastikan, di Kota Probolinggo, kasus PMK masih tergolong kondusif. Penyebaran kasusnya tidak terlalu tinggi. Bahkan, tingkat penyembuhannya sangat tinggi. Karena itu, tidak perlu dilakukan penutupan pasar hewan.

Menurutnya, di Jawa Timur, sejauh ini ada 12.917 ekor ternak yang terpapar PMK dan 850 ekor atau 65 persen sapi dalam proses pengobatan. Sekitar 26 persen lainnya sudah sembuh. Ada juga yang mati.

“Yang perlu kami jaga, lalu lintas antarprovinsi. Sapi yang boleh masuk jika sudah divaksin minimal 1 kali,” jelasnya. (mas/rud)

Editor : Ronald Fernando
#sapi #jawa timur #pmk #gubernur