Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

TNBTS Bakal Kembali Tutup Wisata Bromo, Begini Alasannya

Inneke Agustin • Selasa, 14 Januari 2025 | 15:05 WIB
LANCAR: Sejumlah jip wisatawan melintas di Pintu Gerbang Cemorolawang Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo saat libur Nataru 2024, Rabu (1/1).
LANCAR: Sejumlah jip wisatawan melintas di Pintu Gerbang Cemorolawang Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo saat libur Nataru 2024, Rabu (1/1).

SUKAPURA, Radar Bromo- Destinasi wisata alam Gunung Bromo, akan kembali ditutup.

Penutupan ini bertepatan dengan akhir Wulan Kapitu, Senin-Selasa (27-28/1).

Kepala Balai Besar Taman Nasioanl Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, penutupan dilakukan dalam rangka menghormati adat dan budaya masyarakat Tengger pada Wulan Kapitu.

“Kami akan melakukan penutupan akses kunjungan wisata dan kendaraan bermotor di Kaldera Tengger. Kecuali, ada kedaruratan atau emergency,” ujarnya.

Kawasan wisata Gunung Bromo, akan kembali dibuka pada Rabu (29/1), pukul 01.00. Sementara, kunjungan wisata ke Kawasan Ranu Regulo, masih tetap dibuka.

Destinasi ini dapat ditempuh melalui pintu masuk Malang dan Lumajang.

“Batas kendaraan bermotor dari arah Pasuruan hanya sampai pintu masuk Wonokitri. Sementara, dari arah Malang dan Lumajang, hanya sampai Jemplang. Lalu, dari arah Probolinggo hanya sampai pintu masuk Cemorolawang,” ujar Rudi.

Terpisah, Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin mengimbau, pada penutupan tersebut masyarakat hendaknya tidak mengadakan segala macam bentuk pertunjukan hiburan, keramaian, dan bunyi-bunyian atau sound system, petasan, kembang api atau sejenisnya. Begitu juga dengan knalpot brong.

“Ini berlaku di fasilitas perorangan ataupun fasilitas umum, seperti pengingapan ataupun restoran maupun kafe dan tempat nongkrong,” ujarnya.

Pada penutupan awal Megeng Wulan Kapitu, pada Minggu-Senin (29-30/12), kata Yoyok –panggilan Digdoyo Djamaluddin,- pengusaha hotel kehilangan kurang lebih 60 persen dari pelanggan semestinya.

Banyak pengunjung membatalkan pesanan dan minta uang muka kembali.

“Bila ada penutupan kembali, kemungkinan akan terjadi hal serupa,” katanya. (gus/rud)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#gunung bromo #ditutup #destinasi wisata