MAYANGAN, Radar Bromo-Awal tahun 2025, ratusan wisatawan dari kapal pesiar Australia berkunjung ke Probolinggo, Jumat (9/1). Namun, salah satu wisatawan mancegara mengalami insiden tak mengenakkan.
Salah satu wisatawan mancanegara terjatuh saat hendak naik ke tangga kawah Bromo.
Wisatawan tersebut pun sempat tergulung ke bawah hingga mengakibatkan luka cukup serius dibagian kepalanya.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kapal pesiar itu tiba di Probolinggo sekitar pukul 05.00.
Kemudian, wisatawan kapal pesiar pun langsung naik Bus menuju Kota Probolinggo maupun wisata Gunung Bromo.
Namun nahas, ada pasangan suami istri (pasutri) yang hendak naik ke kawah Bromo dan terjatuh.
Sekitar pukul 11.15, wisatawan yang diperkirakan berusia 65 tahun itu, tiba di Pelabuhan Probolinggo didampingi istrinya.
Saat keluar dari mobil warna putih, wisatawan tersebut terlihat di bagian kepalanya dibalut dengan perban hampir menyeluruh dibagian atasnya.
Bahkan, terlihat disebagian wajahnya masih ada bekas daerah. ”Please don’t take picture,” ujar wisawatan perempuan yang mendampingi suaminya yang mengalami cedera dibagian kepala.
Wisawatan kapal pesiar tersebut menceritakan dengan Bahasa Inggris, dirinya mengalami kecelakaan terjatuh saat hendak ke Bromo. Hingga akhirnya, suaminya mengalami cidera dibagian kepala.
Yuni, salah satu guide mengaku, tidak mengatahui pasti kejadian kecelakaan di Bromo tersebut.
Dirinya hanya mendapatkan kabar, ada wisawatan yang terjatuh di Bromo dan sedang perjalan kembali ke Kapal. ”Saya tidak tahu mas, nama wisawatan itu siapa,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Guide yang mengetahui kejadiannya menceritakan, wisatawan yang terjatuh tersebut sudah mengalami sakit stroke ringan.
Terbukti, saat berjalan sudah kesulitan. Namun karena penasaran dan ingin melihat Bromo dari atas Kawah, memaksakan diri untuk tetap naik.
Nah, saat hendak naik hampir sampai di anak tangga, tiba-tiba terjatuh dan terguling ke bawah.
”Tadi sudah langsung dilakukan penanganan. Tapi, yang bersangkutan tidak mau ditangani dokter, mintanya ditangani dokter kapal pesiar. Jadi, langsung dibawa ke klinik di kapal pesiar itu,” ujar pria yang enggan dikorankan namanya tersebut. (mas/mie)
Editor : Muhammad Fahmi