Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiga Pekan Plengsengan Sungai Legundi di Kota Probolinggo Ambrol, Pemprov Hanya Bisa Pasang Sandbag

Inneke Agustin • Kamis, 9 Januari 2025 | 22:50 WIB

 

 

AMBROL: Plengsengan Sungai Legundi ambrol sepanjang 15 meter di Jalan Kiai H. Fadhol, Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)
AMBROL: Plengsengan Sungai Legundi ambrol sepanjang 15 meter di Jalan Kiai H. Fadhol, Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Hampir tiga pekan, plengsengan ambrol di Sungai Legundi, Jalan Kiai H. Fadhol, Kelurahan/ Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Slamet, 53, warga sekitar yang rumahnya berbatasan dengan lokasi kejadian mengatakan, plengsengan itu ambrol sejak Jumat (20/12) tahun 2024.

Namun, dia tak mengetahui langsung saat plengsengan ambrol. Sebab, plengsengan ambrol saat dini hari.

 “Kejadiannya sekitar pukul 01.00 dini hari. Saat itu, saya sekeluarga baru pulang antar istri berobat di rumah sakit. Jadinya kecapekan. Saya hanya mendengar suara gemuruh waktu itu. Saya kira ada warga yang menurunkan material bangunan,” ujarnya.

Jumat  (20/12) pukul 06.00, dia baru tahu bahwa plengsengan sungai di dekat rumahnya itu ambrol.

Ia menduga, plengsengan ambrol karena tergerus air sungai sedikit demi sedikit. Juga karena adanya sumber air di sekitar lokasi.

“Saat ambrol itu, tidak ada hujan kok. Tapi, sehari sebelumnya memang hujan. Kemungkinan tanah di bawah plengsengan tergerus sedikit demi sedikit sebelumnya,” katanya.

Volume plengsengan yang ambrol cukup besar. Yaitu panjang mencapai 15 meter dan dalamnya 4 meter.

Akibat plengsengan ambrol, kini jarak antara bibir sungai dengan ruang dapur rumahnya hanya 4 meter. Karena itu, dia merasa sangat khawatir.

Terutama karena musim hujan masih terus berlangsung. Slamet berharap, plengsengan yang ambrol itu segera mendapat atensi dari pemerintah.

“Semoga lekas diperbaiki oleh pemerintah, khawatir semakin hari makin terkikis. Entah itu nantinya diplengseng ulang atau dibronjong, yang penting kuat,” harapnya.

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setyorini Sayekti menjelaskan, aliran Sungai Legundi merupakan kewenangan UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen, Dinas PU SDA Jawa Timur.

Meski demikian, pihaknya sudah mengecek kondisi plengsengan yang ambrol.

“Kami sudah mengecek ke lokasi bersama UPT terkait. Kami juga sudah menyurati mereka untuk segera melakukan perbaikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen Dinas PU SDA Jawa Timur Anton Dharma menjelaskan tindakan darurat akan dilakukan di lokasi yang ambrol.

Pihaknya memasang sandbag, Kamis (9/1). Menurutnya, dibutuhkan 500 hingga 1.000 sandbag untuk penanganan titik plengsengan yang ambrol.

“Kami upayakan pengerjaan selesai dalam sehari. Namun, ini tergantung pada ketersediaan tanah, lokasi pengambilan tanah dan jumlah petugas. Sebab, petugas kami bagi antara di lokasi tersebut dan di Dringu,” katanya.

Sementara untuk perbaikan permanen, menurut Anton, usulan anggarannya masih harus diajukan. Paling cepat diusulkan melalui APBD Jawa Timur 2026.

“APBD Jawa Timur 2025 sudah memiliki daftar prioritas lokasi. Jadi, paling cepat dapat diusulkan melalui APBD 2026 atau dana tanggap darurat,” tutupnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kademangan #sungai legundi #Kota Probolinggo #cuaca ekstrem #plengsengan ambrol