KADEMANGAN, Radar Bromo - Puskesmas Ketapang sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Probolinggo, perlu mendapatkan perhatian.
Terutama dalam perawatan gedung dan masalah kebersihan.
Temuan ini terungkap ketika Komisi III DPRD Kota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Ketapang, Rabu (8/1).
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan pelayanan dan gedung puskesmas layak. Rupanya, banyak yang menjadi catatan.
Tidak hanya masalah kekurangan dokter dan tenaga kesehatan (nakes), perawatan gedung dan kebersihannya juga menjadi catatan Komisi III.
“Masalah kekurangan dokter dan nakes, memang kurang di Puskesmas Ketapang dan harus menjadi evaluasi ke depan untuk ditambah oleh pemerintah kota,” katanya.
Selain itu, kata Muchlas, masalah kebersihan dan perawatan gedung menjadi catatan Komisi III. Banyak ruangan yang atapnya bocor.
Di bagian depan puskesmas, sudah disambut dengan plafon yang cokelat menjamur karena air hujan. Begitu juga dengan sejumlah ruangan lain.
“Kebersihan Puskesmas Ketapang kurang dijaga dan diperhatikan. Atapnya banyak sawangnya. Lantai juga tidak bersih,” ujar politisi Partai Golkar ini.
Kepala Puskesmas Ketapang drg. Ana Nurul Hidayah Ananta mengatakan, terkait atap gedung atau ruang yang bocor sudah diperbaiki Mei 2024 lalu.
Saat itu, intensitas hujan masih rendah. Ternyata, saat hujan deras masih bocor.
“Rencana tahun ini kami akan lalukan perbaikan atap,” ujarnya.
Terkait kebersihan, kata Ana, pihaknya memiliki empat petugas cleaning servise. Jumlahnya dirasa sudah cukup.
Tinggal ke depan meningkatkan komunikasi dan kinerja dalam hal kebersihan. Supaya tugas dan komunikasi yang tersampaikan bisa dilaksanakan.
“Kalau untuk dokter dan nakes kami kurang,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando