PROBOLINGGO, Radar Bromo - Huruf neon box bertuliskan Alun-Alun Kota Probolinggo di Alun-Alun Kota Probolinggo, rusak, Minggu (5/1).
Kerusakan terjadi pada huruf K dan A pada tulisan “Kota Probolinggo.” Bahkan, lampunya terlihat jelas akibat kerusakan pada huruf K.
Salah seorang pedagang di Alun-Alun Kota Probolinggo, Hariyono, 70, mengatakan, kerusakan neon box sudah berlangsung sekitar sebulan.
Kerusakan itu disebabkan ulah anak-anak yang sering bermain di kawasan alun-alun.
“Biasanya mereka bermain sore hari, bergerombol. Saat melintas, neon box itu dilempari batu hingga rusak seperti sekarang,” ujar warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok itu.
Hariyono menambahkan, para pedagang sudah berulang kali menegur anak-anak tersebut agar tidak merusak fasilitas umum. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kami sering memarahi mereka, tapi tidak digubris. Besoknya mereka kembali lagi dan melakukan hal yang sama,” tuturnya.
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, kerusakan neon box tersebut mulai terjadi sejak Minggu (29/12).
Bersamaan dengan berlangsungnya acara pasar malam di kawasan alun-alun.
“Kami sudah mengecek dan sedang menunggu teknisi untuk memperbaikinya. Insyaallah perbaikan akan dimulai besok (6/12),” ujarnya, Senin (5/1).
Rini menyayangkan kejadian tersebut. Ia berharap masyarakat dapat lebih peduli dalam menjaga fasilitas umum.
“Kami ingin masyarakat sadar akan pentingnya menjaga keindahan kota, terutama fasilitas seperti di alun-alun ini,” katanya.
Selain itu, Rini mengungkapkan, bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Satpol PP Kota Probolinggo, untuk menjaga kawasan alun-alun. Namun, upaya tersebut belum mampu sepenuhnya mencegah tindakan perusakan.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum demi keindahan Kota Probolinggo,” tambahnya.
Kabid Trantibum Satpol PP Kota Probolinggo Abdi Firdausi mengatakan, pengawasan di alun-alun dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada satu titik atau fasilitas tertentu.
“Kami menjaga alun-alun secara global, terutama terkait ketertiban umum. Sayangnya saat kejadian perusakan neon box ini, kami belum mengetahui siapa pelakunya,” ujar Abdi.
Ia menegaskan, jika pelaku perusakan ditemukan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan sanksi. “Kami berharap masyarakat dapat lebih bertanggung jawab dan turut serta menjaga fasilitas publik ini,” katanya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando