PROBOLINGGO, Radar Bromo-Hujan deras yang mengguyur Probolinggo Senin (30/12), membuat jembatan penghubung antara Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, dengan Desa Sumberrejo, Kecamatan Tongas, putus.
Agar tak mengganggu masyarakat, desa dan BPBD Kabupaten Probolinggo, langsung membuatkan jembatan darurat dari bamboo.
"Kami bergerak cepat membuat jembatan darurat agar warga tetap bisa melintas. Alhamdulillah, BPBD membantu kami dalam pengerjaannya," ujar Kepala Desa Sumberbendo, Angga Dwi Reza Saputra.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief menjelaskan bahwa jembatan darurat yang dibangun terbuat dari bambu dengan bentang 12 meter.
Jembatan ini diletakkan di sisi selatan jembatan yang rusak dan dapat digunakan untuk pejalan kaki serta kendaraan roda dua.
"Kami targetkan jembatan darurat selesai hari ini (Rabu, red). Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan OPD terkait dan kedua desa untuk pembangunan jembatan permanen," jelas Oemar.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hujan deras membuat infrastruktur rusak. Infrastruktur itu berupa jembatan penghubung antara Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, dengan Desa Sumberrejo, Kecamatan Tongas, putus.
Jembatan yang kerap diakses warga dua kecamatan ini, putus akibat diterjang banjir. Insiden ini membuat akses utama warga terganggu.
Setelah jembatan putus, warga harus mencari jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama.
Menurut Ayami, 40, warga Desa Sumberrejo yang rutin melintasi jembatan untuk mengunjungi orang tuanya di Desa Sumberbendo, kondisi ini sangat menyulitkan dirinya.
"Biasanya hanya butuh satu jam naik motor untuk sampai ke rumah orang tua. Sekarang harus memutar dan memakan waktu dua jam," keluh Ayami.
Ayami bilang bahwa jembatan tersebut adalah akses vital bagi masyarakat. Selain untuk kegiatan ekonomi, anak-anak yang bersekolah kerap menggunakan jembatan ini.
"Untungnya saat ini masih libur sekolah. Kalau tidak, pasti banyak anak-anak yang kesulitan. Kami berharap jembatan ini segera diperbaiki karena sangat dibutuhkan," katanya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, jembatan yang putus ini memang tidak lebar. Kira-kira 3 meter, namun bias dilintasi kendaraan di atas roda dua.
Jembatan yang dibangun desa ini kerap dgunakan untuk membawa hasil pertanian warga.
Kepala Desa Sumberbendo, Angga Dwi Reza Saputra menjelaskan bahwa putusnya jembatan disebabkan oleh banjir besar dari Sungai Besi di Dusun Krajan 1, Desa Sumberbendo. Saat itu hujan deras di hulu membuat sungai meluap.
"Di desa kami, hujan sebenarnya tidak terlalu lebat. Tapi di wilayah atas cukup deras. Akibatnya, sekitar pukul 15.00, banjir besar datang dari selatan dan menghantam jembatan hingga putus," terangnya.
Kata Angga, jembatan ini baru dibangun pada tahun 2021. Jembatan ini diakuinya kerap menjadi akses utama warga untuk berbagai aktivitas, seperti bertani dan bersekolah. Beruntung saat kejadian, tidak ada warga yang melintas. Sehingga tak sampai ada korban jiwa.
Setelah putus, warga terpaksa harus memutar lebih jauh. "Alternatif lainnya ada. Tapi jalannya berbatu dan licin saat musim hujan, sehingga kurang layak untuk dilewati," ujar Angga. (gus/fun)
Editor : Fahreza Nuraga