PROBOLINGGO, Radar Bromo- Selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), tarif bus keluar kota di agen travel naik sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Kenaikan tarif ini terjadi sejak Jumat (20/12). Rencananya, akan kembali normal setelah 6 Januari 2025.
Salah seorang agen travel bus Dimas Bagus Pradana, 27, mengatakan, kenaikan ini memang selalu terjadi setiap tahunnya. Biasanya, saat tahun baru dan mudik Lebaran.
“Setiap tahunnya seperti itu, nanti normal kembali sekitar tanggal 6 setelah tahun baru,” jelasnya.
Di sisi lain, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Bayuangga Kota Probolinggo Budi Ardjo memastikan semua tarif bus di terminal tetap normal. Sama seperti hari-hari biasa.
“Tidak ada edaran dari atas terkait kenaikan bus. Semua tetap sama harganya seperti hari biasa,” jelasnya.
Menurut Budi, kenaikan tarif bus memang sering terjadi di agen-agen travel saat momentum Nataru ataupun mudik Lebaran. Biasanya untuk bus-bus kelas eksekutif.
“Yang naik kemungkinan bus-bus eksekutif di agen-agen travel. Kalau di terminal tidak,” jelasnya.
Menurutnya, penumpang bus justru semakin landai. Ada beberapa faktor menurunnya penumpang bus. Salah satunya, banyaknya kendaraan pribadi. Selain itu, para penumpang lebih senang menggunakan transportasi yang lebih cepat dan aman, seperti pesawat dan kereta api.
“Sekarang penumpang lebih suka pakai kendaraan yang cepat dan tepat waktu. Kalau bus kan tergantung kondisi, kadang macet. Kalau musim hujan, banjir, jadi sampainya molor,” jelasnya. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando