Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ulat Hutan Jati Kuripan Jadi Fenomena Tahunan, Begini Kata Perhutani

radar bromo • Selasa, 10 Desember 2024 | 15:26 WIB
Ulat jati
Ulat jati

KURIPAN, Radar Bromo - Banyaknya ulat di hutan jati Desa Wonoasri, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, ternyata fenomena musiman.

Setahun sekali. Ulat ini biasa muncul ketika memasuki awal musim hujan.

Informasinya, sudah lima hari ini ulat di pohon jati ini bermunculan. Karena itu, warga yang melewati jalan di hutan jati ini harus waspada.

Bahkan, ada yang membawa ranting kayu untuk menghalau ulat-ulat yang bergantungan agar tidak mengenai tubuh. Ada juga yang memilih memakai pelindung seperti jas hujan.

Kasi Produksi Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Kabupaten Probolinggo Engkus Somantri mengatakan, adanya ulat ini merupakan fenomena alam. Biasa terjadi setiap tahun.

Ulat jati ini datang untuk memakan daun-daun muda pohon jati yang baru bersemi saat musim hujan tiba.

“Itu memang alami saja. Setiap tahun ada. Memang sudah siklus hidup si ulat itu,” jelasnya.

Biasanya, kata Engkus, musim ulat jati ini akan berlangsung selama satu sampai dua minggu. Ulat-ulat itu akan bermetamorfosis menjadi kepompong.

Lalu, berubah menjadi kupu-kupu. Namun, saat curah hujan tinggi, ulat-ulat jati akan mati.

“Biasanya satu sampai dua minggu tergantung pohon yang banyak daunnya atau tidak. Nanti akan menjadi kepompong, setelah itu hilang sendiri,” jelasnya.

Sejumlah masyarakat berpikir banyaknya ulat jati ini, disebabkan semakin maraknya perburuan terhadap burung. Sehingga, populasi burung pemakan ulat berkurang.

Namun, kata Engkus, fenomena ulat jati memang selalu ada setiap tahun di kawasan hutan jati. Adanya perburuan burung, tidak berdampak signifikan terhadap banyaknya ulat jati.

“Burung memang makan ulat, namun tidak berdampak signifikan terhadap banyak atau tidaknya ulat jati. Mau ada atau tidak ada burung, ya memang musim ulat selalu ada,” jelasnya.

Meski tidak berbahaya dan tidak menyebabkan gatal-gatal, bagi yang fobia ulat tetap saja mereka merasa geli dan takut saat melewati hutan jati. (mg/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#ulat #Musiman #tahunan