SUMBERASIH, Radar Bromo-Perbaikan pipa bawah laut jalur distribusi air bersih menuju Pulau Gili Ketapang, akhirnya rampung.
Perumdam Tirta Argapura berhasil menyelesaikan proses perbaikan tersebut Jumat (6/12) siang. Jelas ini membawa kabar baik bagi warga setempat.
Kepala Unit Gili Ketapang Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, Syah Reza Azka Lubis mengungkapkan bahwa proses perbaikan sempat mengalami kendala teknis.
Setelah pipa baru sepanjang 120 meter berhasil ditarik ke lokasi perbaikan, ditemukan bahwa masih ada kekurangan pipa sepanjang 20 meter.
Hal ini memerlukan penyambungan tambahan, yang memakan waktu lebih lama.
“Kami sempat menghentikan proses penyambungan pipa pada Kamis (5/12) sekitar pukul 18.30 karena cuaca tidak mendukung. Namun, perbaikan dilanjutkan pada Jumat (6/12) pagi dan akhirnya semua pipa berhasil tersambung,” ujar Reza.
Setelah perbaikan selesai, tim Perumdam Tirta Argapura melakukan pengecekan tekanan air menggunakan pompa yang berada di Bandaran, Dringu, serta di Pulau Gili Ketapang.
Tekanan air yang ideal berada di angka 4 bar untuk memastikan tidak ada kebocoran pada pipa.
Meski aliran air sudah tersambung, air yang keluar masih terasa asin. Hal ini disebabkan oleh sisa air laut yang bercampur selama proses perbaikan.
“Butuh waktu sekitar dua kali 24 jam dengan catatan pompa terus beroperasi agar semua sambungan pipa baru mengalirkan air bersih secara normal,” jelas Reza.
Selain itu, pihaknya juga berencana menambahkan pemberat pada pipa bawah laut. Pemberat akan dipasang setiap 2000 meter untuk memastikan pipa tenggelam ke dasar laut dan tidak mengapung.
Sementara itu, Kepala Desa Gili Ketapang Munir, mengonfirmasi bahwa aliran air bersih ke desanya sudah kembali tersambung sejak Jumat (6/12) sekitar pukul 09.30. Namun, ia juga membenarkan bahwa air yang mengalir masih bercampur rasa asin.
“Airnya sudah mengalir, tetapi rasanya masih asin. Kami berharap dalam beberapa hari ke depan kondisinya akan normal kembali, sehingga masyarakat bisa menggunakan air bersih seperti biasa,” ujar Munir.
Seperti diberitakan sebelumnya, pipa bawah air milik Perumda Tirta Argapura rusak setelah tersangkut jangkar perahu nelayan. Akibatnya, sebanyak dua ribuan sambungan rumah (SR) milik warga, tak bisa disalurkan air bersih.
Proses perbaikan pipa bawah air juga penuh tantangan. Selain cuaca, pipa bawah air juga harus ditarik kapal. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid