Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perbaikan Pipa Air Bawah Laut ke Gili Ketapang Probolinggo Gunakan Kapal PT DABN, Ini Kendalanya

Inneke Agustin • Rabu, 4 Desember 2024 | 00:34 WIB

 

Petugas saat berupaya memperbaiki pipa bawah laut yang mengalirkan air bersih ke Pulau Gili Ketapang.
Petugas saat berupaya memperbaiki pipa bawah laut yang mengalirkan air bersih ke Pulau Gili Ketapang.

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Kerusakan pipa bawah laut yang menjadi jalur utama distribusi air bersih menuju Pulau Gili Ketapang, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, belum juga teratasi.

Perbaikan belum bisa dilakukan. Sebab, pipa pindah dari posisi semula. Tertarik jangkar kapal sejauh kurang lebih 900 meter.

Untuk memperbaiki pipa, sejak Minggu (1/12) Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo lebih dulu berupaya mengembalikan pipa ke posisi semula.

Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Argapura, Hari Supriyanto mengatakan, pipa lebih dulu ditarik untuk mengembalikan ke posisi semula.

Minggu (1/12), penarikan dilakukan dengan menerjunkan enam kru penyelam dari Gili Ketapang.

“Kami juga dibantu empat kapal slerek (kapal perikanan) dan satunya dari PT. Kutai Timber Indonesia (KTI). Ditambah sekitar 60 orang yang turut serta membantu proses penarikan pipa tersebut,” ujarnya.

Pada hari pertama perbaikan, kondisi cuaca menjadi tantangan utama. Arus laut kuat. Selain itu, air bawah laut sedang keruh dengan jarak pandang hanya satu meter. Sehingga, dapat beresiko bagi penyelam.

"Kami memprioritaskan keselamatan para pekerja. Oleh karena itu, pekerjaan dihentikan sementara pada sore hari dan dilanjutkan Selasa (3/12) pagi," tambahnya.

Tantangan lain yaitu, bobot pipa yang besar membutuhkan kapal dengan tenaga besar untuk menariknya kembali ke posisi semula.

Sebenarnya menurut Hari, pada Minggu (1/12), penarikan pipa dibantu empat kapal slerek. Namun, kapal slerek tidak mampu menarik pipa tersebut.

Bahkan, salah satu kapal sampai jebol atau rusak. Sehingga, saat itu hanya mampu menarik pipa sejauh 700 meter mendekati lokasi semula.

“Jadi kurang 200 meter lagi. Rencananya, Selasa (3/12) kami akan lanjutkan untuk menarik sisanya sejauh 200 meter hingga kembali ke posisi semula,” ujarnya.

Hari optimistis, hari ini (Selasa, red) pekerjaan dapat segera diselesaikan. Sebab, kali ini pihaknya dibantu kapal dari PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) yang memiliki daya hingga 2.500 house power untuk menarik pipa tersebut.

"Setelah pipa berada di posisi semula, kami akan menyambungkan kembali dengan jalur utama. Setelah itu, kami cek apakah ada yang rusak. Bila ada, maka akan kami perbaiki atau ganti,” tuturnya.

Selain itu, akan dilakukan uji pompa antara tekanan di Bandaran dan Pulau Gili Ketapang.

Tujuannya untuk memastikan apakah ada kebocoran pipa atau tidak. Bila tekanan air antara Bandaran dan Gili Ketapang sama, itu berarti tidak ada kebocoran.

Dalam upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang, Perumdam Tirta Argapura akan membuat peta jaringan pipa bawah laut. Juga memasang rambu-rambu di lokasi rawan.

"Kami akan bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo untuk menyosialisasikan kepada para nelayan agar lebih berhati-hati saat melintas atau menurunkan jangkar," kata Hari. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#dabn #perbaikan pipa #gili ketapang #Perumdam #probolinggo