PROBOLINGGO, Radar Bromo -Lapas Kelas IIB Probolinggo sebenarnya rutin menggelar razia kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Namun, tetap saja ada WBP yang menyimpan sejumlah tidak sesuai aturan.
Saat razia kembali digelar, Rabu (20/11) malam misalnya, ditemukan sejumlah barang tidak sesuai aturan di Blok A7.
Kepala KPLP, Ahmad Ali menegaskan, razia ini dilakukan secara rutin sebagai langkah preventif. Selain itu, pihaknya juga mengintensifkan program pembinaan bagi WBP untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
“Kami akan semakin intensif merazia kamar. Hingga kami yakin bahwa lingkungan Lapas benar-benar bersih dari barang-barang terlarang dan terbebas dari gangguan kamtib," ujarnya.
Menurut Ali, razia dilakukan untuk menciptakan kondisi lingkungan Lapas yang aman. Juga sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtib, seperti peredaran barang terlarang atau penyalahgunaan fasilitas.
Dengan razia itu dipastikan tidak ada barang terlarang seperti narkotika, senjata tajam, alat komunikasi, maupun benda-benda lain yang dilarang ataupun berbahaya.
“Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi WBP,” ujarnya.
Razia sendiri melibatkan petugas Lapas yang dikerahkan secara terorganisir. Petugas melakukan pendekatan humanis pada kegiatan razia yang berfokus pada blok kamar hunian A7 tersebut.
“Kami menyisir setiap sudut kamar, termasuk lemari, hingga barang-barang pribadi WBP. Proses razia berlangsung tertib dan kondusif,” kata Ali.
Hasilnya, ditemukan ada WBP yang menyimpan sejumlah tidak sesuai aturan di Blok A7. Seperti alat cukur jenggot, cermin yang telah pecah, korek api, dan sendok makan yang telah dimodif berbentuk pisau.
Semua barang itu lantas diamankan oleh petugas yang menggelar razia. “Barang-barang tersebut segera kami amankan,” terang Kepala KPLP, Ahmad Ali.
Dengan razia ini, diharapkan dapat meminimalkan potensi gangguan kamtib dan memastikan terciptanya lingkungan yang aman bagi semua penghuni dan petugas Lapas.
“Kami tidak hanya fokus pada penegakan aturan, tetapi juga memberikan edukasi kepada WBP untuk menciptakan budaya tertib dan saling menghormati,” pungkas Ali. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi