DRINGU, Radar Bromo- Anggota DPR RI Dini Rahmania berkomitmen memperhatikan keberadaan pondok pesantren (ponpes). Karena itu, dalam kunjungan kerja di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dini mendorong kerja sama strategis antara Fakultas Kedokteran dengan ponpes.
Dalam kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Ning Dini mengapresiasi pencapaian terbaru UIN Sunan Ampel. Khususnya, rencana membuka fakultas kedokteran yang akan segera menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran mendatang.
“Sebelumnya, saya ucapkan selamat atas fakultas kedokteran yang insyaallah bisa menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran baru. Semoga bisa melahirkan dokter yang berkualitas, seperti universitas lainnya,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi VIII yang memperhatikan isu-isu keagamaan dan sosial, mendorong adanya kerja sama strategis antara Fakultas Kedokteran UIN Sunan Ampel dengan ponpes. Terutama yang memiliki pusat kesehatan pesantren.
Harapannya, alumni Fakultas Kedokteran UIN Sunan Ampel kelak dapat berkhidmat di pondok-pondok pesantren. Menjadikan kesehatan pesantren sebagai bagian penting dari kiprah mereka. Sejalan dengan cita-cita UIN Sunan Ampel agar alumni bisa berkhidmat pada ponpes.
“Sekiranya bisa membuat komitmen dengan pondok pesantren, utamanya yang memiliki pusat kesehatan pesantren. Agar para dokter alumni UIN Sunan Ampel, bisa berpraktik di pondok pesantren tersebut. Bisa jadi, UIN Sunan Ampel adalah universitas pertama yang lulusan dokternya berpraktik di seluruh pondok pesantren se-Indonesia,” ungkapnya.
Dengan adanya komitmen ini, Ning Dini berharap UIN Sunan Ampel dapat menjadi pelopor program kemitraan kesehatan yang mempererat kolaborasi antara dunia akademik dan pesantren di Indonesia.
Program ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan di pesantren dan memberikan kesempatan bagi para dokter muda lulusan UIN Sunan Ampel untuk berperan aktif dalam peningkatan kesehatan santri di berbagai daerah.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pengawasan dan aspirasi di sektor agama dan pendidikan keagamaan. Sesuai komitmen saya dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di berbagai institusi keagamaan,” ujarnya. (mas/*)
Editor : Ronald Fernando