Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Melalui Challenge Berjalan di Atas Papan Titian, Disdikbud Kota Probolinggo Ajak Anak-Anak Tunjukkan Keberanian, Kemandirian, Kekuatan Fisik

Inneke Agustin • Selasa, 12 November 2024 | 05:11 WIB

SEMANGAT: Sejumlah anak-anak hebat menunjukkan keberanian dan kemandirian meniti di atas papan kayu.
SEMANGAT: Sejumlah anak-anak hebat menunjukkan keberanian dan kemandirian meniti di atas papan kayu.

CHALLENGE Berjalan di Atas Papan Titian menjadi salah satu perlombaan yang begitu banyak diikuti peserta dalam Anugerah Inklusif III gelaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo.

Melalui tantangan ini, anak-anak hebat menunjukkan keberaniannya.

Anugerah Inklusif bertema “Aku Anak Hebat” ini memang dirancang sebagai ajang apresiasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Senin (11/11), mereka menunjukkan kepercayaan diri dan keterampilan dalam beragam kompetisi.

Dalam ajang ini, disajikan lima jenis challenge festival. Salah satunya berjalan di atas papan titian yang membuat para peserta, guru, dan orang tua begitu antusias.

Dalam kompetisi ini, peserta dari Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) diuji kemampuannya berjalan di atas papan titian.

Melalui tantangan ini, keberanian, kemandirian, serta keseimbangan mereka diasah.

Tercatat, ada 15 peserta dari KB dan 13 peserta dari TK. Tiga juri menilai performa peserta berdasarkan lima aspek utama. Meliputi kecepatan, ketepatan, kerapian, kemandirian, dan keberanian.

Salah seorang juri Suryani mengatakan, tantangan berjalan di atas papan titian sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. Tujuan utamanya melatih keberanian, kemandirian, dan kekuatan fisik anak.

“Mereka harus menjaga keseimbangan di atas papan yang secara tidak langsung mengasah fokus dan konsentrasi agar tidak mudah terjatuh,” ujarnya.

Peserta terlihat antusias dengan dukungan penuh dari orang tua dan guru yang setia mendampingi.

Pendampingan orang tua dan guru diharapkan memberikan semangat lebih bagi anak-anak. Meski penilaian tetap menitikberatkan terhadap aspek kemandirian.

Suryani mengungkapkan, setiap peserta memiliki kecepatan berbeda dalam menyelesaikan tantangan.

“Ada yang sangat cepat, tidak sampai satu menit sudah selesai. Semua tergantung keberanian masing-masing anak juga,” ungkapnya.

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan tiga peserta terbaik dari masing-masing jenjang. Tingkat KB ada Zicko Arrasya Mahardika dari KBIT Permata; Emilio Theodore Aciemsha dari KB Darussalam; dan Fauzan Nur Aryanto dari KB Kemuning.

Di tingkat TK ada Najwa Farhana dari TKIT Permata 1; Muhammad Nazriel Ilham dari TK Nurul Hidayah; dan Ayyub Amartha dari TK Saila Smart School.

“Saya bangga dengan anak saya. Saya berharap support penuh dari pemerintah dari para guru agar anak-anak hebat ini selalu semangat. Kalau bisa kegiatan seperti ini sering-sering diadakan,” ujar Zea, ibunda Zicko Arrasya Mahardika, begitu mengetahui anaknya masuk tiga peserta terbaik. (gus/rud/*)

Baca Juga: Apresiasi Anak Hebat, Disdikbud Kota Probolinggo Gelar Beragam Challenge di Anugerah Inklusif III

Editor : Ronald Fernando
#disdikbud kota probolinggo #challenge #anugerah #inklusif