DRINGU, Radar Bromo - Ancaman banjir menjadi momok bagi warga Kecamatan Dringu.
Terutama warga Desa Kedungdalem dan Desa Dringu.
Minggu (3/11), sejumlah warga Desa Dringu, turun tangan membuat tanggul di Sungai Kedunggaleng.
Pasalnya, setiap tahun banjir selalu datang bak tamu tahunan untuk mengancam rumah mereka.
Memasuki musim hujan masyarakat semakin resah, karena sewaktu-waktu banjir bisa tiba-tiba datang.
Perangkat Desa Dringu Nadi mengatakan, Januari-April adalah bulan rawan banjir.
Empat bulan itu menjadi bayang-bayang ketakutan masyarakat setiap tahunnya.
“Ini mau masuk bulan 1 sampai bulan 4, itu rawan sudah. Masyarakat sudah siap-siap air sungai pindah ke permukiman,” katanya.
Dalam upaya antisipasi terjadinya banjir, segala kegiatan dilakukan. Kali ini warga Blok Gande’an, Desa Dringu, bekerja bakti memasang sesek dan tambak pasir di pinggiran sungai.
Demi mencegah erosi tanah serta agar air tidak terlalu banyak meluap sampai ke rumah-rumah. Sekitar seratus orang bergotong royong melakukan kerja bakti.
Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, turut hadir membantu masyarakat.
Mereka membawa bantuan logistik berupa 20 sesek, 1.000 karung, dan beberapa peralatan pertukangan.
“Kemarin BPBD memberikan bantuan logistik berupa sesek, karung untuk tambak pasir dan alat-alat seperti sekop dan cangkul. Hari ini masyarakat mulai kerja bakti untuk antisipasi banjir,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Moh. Zubaidillah.
Sekitar lebih dari 1.000 karung berisi tanah ditumpuk menjadi tanggul darurat. Harapannya, tanah tidak tergerus air sungai dan mencegah banjir.
“Ada sekitar 20 meter seseknya, nanti akan ditanami pohon waru, karena akarnya kan mengikat tanah, biar gak ambles seseknya,” ujar Ketua RT 01, Desa Dringu, Heru Efendi. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando