Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Kondangan, Dua Perempuan asal Wonoasih Tewas Tertabrak KA Tawangalun di Sumberasih Probolinggo

Inneke Agustin • Senin, 21 Oktober 2024 | 04:22 WIB

TKP: Petugas saat melakukan olah TKP kecelakaan maut di Lemahkembar, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Inset motor korban ringsek diamankan petugas. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
TKP: Petugas saat melakukan olah TKP kecelakaan maut di Lemahkembar, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Inset motor korban ringsek diamankan petugas. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
 

PROBOLINGGO, Radar BromoPerlintasan rel kereta api (KA) tanpa palang di Kabupaten Probolinggo kembali merenggut korban jiwa. Minggu (20/10), dua perempuan muda tewas usai tertabrak KA Tawangalun di Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih.

Dua korban meninggal itu adalah Ela Nur Halizah, 20, warga Kelurahan Kedung Asem dan Yola Nofaela, 22, warga Kelurahan Sumber Taman. Kedua kelurahan itu berada di Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Kedua korban pulang kondangan, dengan berboncengan naik motor Honda Scoopy warna cokelat bernopol N 3556 RC. Yola mengemudikan motor dan Ela dibonceng.

Seorang saksi mengatakan, Ela sebenarnya mengetahui ada kereta lewat. Bahkan, dia sempat memberikan kode pada masinis kereta.

Namun, karena jarak antara motor dan kereta sangat dekat, tabrakan pun tidak terhindarkan.

Sulastri, 63, pemilik warung di sisi selatan rel kereta bercerita, siang itu kedua korban hendak pulang setelah menghadiri undangan pernikahan salah satu kenalan mereka.

Lokasi pernikahan di utara rel. Harus melintasi JPL 182, Desa Lemahkembar, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang tidak berpalang pintu.

Yola pun mengendarai motornya dari utara ke selatan, sekitar pukul 11.00. Di waktu yang sama, KA Tawangalun bergerak dari timur ke barat.

Sulastri mengaku sempat meneriaki para korban dari tokonya di seberang jalan. Dia memberitahu bahwa ada kereta mau melintas. Namun, kedua korban seolah tak mendengar teriakan Sulastri.

“Waktu itu musik hajatan dalam kondisi mati. Kereta juga sudah membunyikan klakson. Tapi, mereka seolah tak mendengar apa-apa. Tetap saja melintas,” terangnya.

Saat itu, menurut Sulastri, Yola yang sedang nyetir menoleh ke barat. Diperkirakan untuk memastikan tidak ada kereta lewat.

Sedang Ela yang dibonceng, menoleh ke timur. Saat itu, Ela diperkirakan sudah tahu ada kereta akan lewat.

Dia bahkan melambaikan tangan sebagai isyarat pada kereta agar berhenti. SementaraYola tetap melajukan motornya.

Akhirnya, tabrakan tak dapat terelakkan. Motor terpental setelah ditabrak kereta, membuat bagian belakang motor rusak parah. Sementara bagian depan motor utuh.

Lalu tubuh kedua korban sama-sama terhempas hingga 30 meter ke arah barat. Tubuh Yola jatuh di dekat rel. Sedangkan tubuh Ela terlempar ke tengah jalan raya.

“Untungnya tidak ada kendaraan yang melintas. Ada, tapi masih sempat mengerem,” tutur Setio Andi, 25, yang juga warga sekitar.

Andi mengatakan, KA Tawangalun tersebut sempat berhenti sesaat setelah kejadian. Masinisnya sempat turun, lalu melanjutkan perjalanan.

“Sedangkan kedua korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh,” tambahnya.

Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Nur Wasis mengatakan, korban Yola menderita luka parah. Antara lain luka robek, tulang tengkorak hancur, leher patah, dada patah, bahu patah, dan kedua paha patah.

“Sedangkan korban Ela bagian pipi sebelah kiri lecet, leher patah, dada patah, pinggul kiri patah, lengan kiri patah, dan lutut kiri patah,” tuturnya.

Petugas Satlantas Polres Probolinggo Kota pun langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari beberapa saksi di lokasi kejadian terkait kronologi kecelakaan itu.

Berdasarkan olah TKP, menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda Farouk Rahmad Hidayat, kecelakaan terjadi akibat korban kurang berhati-hati saat melintasi JPL.

“Saat ini kami masih melakukan olah TKP. Sedangkan kedua korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Kota Probolinggo,” tuturnya.

Farouk pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat hendak melintas di JPL tanpa palang pintu. “Berhenti dahulu sebelum melintas. Toleh kanan-kiri, pastikan tidak ada kereta yang hendak melintas. Baru melintas,” terangnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#ka tawangalun #kecelakaan kereta api #perlintasan tanpa palang #Sumberasih #probolinggo #honda scoopy