Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polisi Pastikan Kasus Bullying Terhadap Pelajar di Sukapura Tidak Benar, Ini Kejadian Sebenarnya

Inneke Agustin • Kamis, 17 Oktober 2024 | 04:57 WIB
DIRAWAT: INS, 14, saat menjalani perawatan medis. Ia mengalami luka, usai membenturkan dirinya ke meja.
DIRAWAT: INS, 14, saat menjalani perawatan medis. Ia mengalami luka, usai membenturkan dirinya ke meja.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Seorang siswi perempuan berinisial INS, 14, asal Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo mengalami sejumlah luka lebam di bagian wajahnya.

Foto kondisi INS tersebut sempat viral di sosial media dengan keterangan bahwa ia merupakan korban perundungan dan penganiayaan.

Ibu korban yang berinisial NH, 36, mengatakan bahwa tak mengetahui secara langsung kronologi kejadiannya.

Namun pada Selasa (8/10), ia menerima kabar dari pihak sekolah, bahwa sang anak membenturkan wajah ke meja lantaran diminta untuk piket oleh kawan-kawannya.

“Memang dia anaknya suka marah ketika disuruh-suruh. Akhirnya dia tantrum dan menghantamkan mukanya ke tepian meja. Ditambah saat itu ia sedang haid, jadi mungkin sedang tidak ingin diganggu dan disuruh-suruh saja,” tuturnya.

NH menjelaskan, anaknya itu terlahir dengan normal. Namun, ia mulai menunjukkan perbedaan sejak masuk sekolah dasar.

INS sempat dua kali tinggal kelas. Bahkan sejak kelas 3 SD, INS sudah sering menyakiti dirinya saat emosinya tak stabil.

“Kadang marah bila disuruh-suruh. Memang kalau di rumah belum pernah hingga membenturkan wajah semacam ini. Paling-paling cuma banting pintu kalau marah,” ujarnya.

NH menuturkan bahwa sang anak membenturkan mukanya tak hanya sekali, namun berkali-kali pada Selasa (8/10) siang tersebut. Hingga dahinya lebam dan benjol.

“Awalnya hanya benjol di dahi, keesokan harinya mulai nampak lebam di area kelopak mata bagian bawah. Semakin lama semakin melebar lebamnya, akhirnya kami bawa ke bidan di sekitar sini,” terangnya.

Saat dibawa ke bidan inilah, entah bagaimana ceritanya, NH mengatakan bahwa ada seseorang yang memfoto kondisi anaknya tersebut dan lantas menyebarkan foto itu di sosial media. Dengan keterangan korban perundungan dan penganiayaan.

“Padahal kami tidak pernah menganiaya INS sama sekali. Kami menyayanginya,” ungkap NH saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di rumahnya, Rabu (16/10).

Karena lukanya yang cukup parah, INS lantas dirujuk ke RSUD dr Mohamad Saleh. Ia baru diperbolehkan pulang pada Rabu (16/10) siang.

Sementara terkait biaya rumah sakit, NH mengungkapkan bahwa seluruhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Kepala sekolah tempat korban belajar, Heri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menjelaskan, pihaknya telah memfasilitasi pendampingan mulai saat kejadian hingga pengobatan ke rumah sakit.

“Sementara terkait info lebih jelasnya, bisa ditanyakan langsung ke Polsek Sukapura saja,” tuturnya.

Kanit Reskrim Polsek Sukapura, Aipda Dadang Hariyanto menegaskan bahwa kasus ini bukan karena penganiayaan.

Lebamnya kedua mata INS diakibatkan pecahnya pembuluh darah pada dahi yang kemudian turun dan menyebar di area mata.

“Hasil visum dari rumah sakit tidak mengarah ke penganiayaan, namun adanya pecah pembuluh darah,” ungkapnya.

Dadang mengatakan bahwa pihaknya juga telah meminta keterangan dari tiga teman INS di sekolah.

Seluruhnya memberikan keterangan bahwa INS tiba-tiba marah ketika diminta untuk menyapu kelas (piket).

“Sementara ini tidak kami temukan unsur pidana. Tapi tetap akan kami dalami, bila nantinya ditemukan bukti lain yang mengarah ke pidana maka akan kami proses lebih lanjut,” imbuhnya.

Pihak keluarga pun tidak melaporkan hal ini. Karena mereka menyadari kondisi psikis dari sang anak. Memang mudah marah bila tersinggung.

Sementara Kasi Humas Polres Probolinggo, IPTU Merdhania Pravita Shanty mengatakan, pihaknya telah menerjunkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo, untuk mendatangi rumah INS guna mengkonfirmasi kebenaran informasi yang telah beredar.

“Diketahui bahwa lebam di wilayah wajah bukan lantaran perundungan atau bullying. Hal ini diungkapkan langsung oleh ibu kandungnya yang membantah informasi tersebut dan menjelaskan bahwa anaknya memang memiliki kebutuhan khusus,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa kepedulian semua pihak dapat mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

“Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus, supaya mereka dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung tanpa harus menjadi sorotan negatif di masyarakat,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Rachmad Hidayanto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan asesmen terkait kebutuhan INS ke depannya.

“Seperti terkait kejiwaan dan pendampingannya. Kemudian kami juga telah berkoordinasi dengan Dinkes terkait jaminan kesehatannya. Serta berkoordinasi dengan dinas pendidikan terkait pendidikan INS ke depan apakah perlu dimasukkan ke SLB atau perlu adanya pendamping khusus. Kami memfasilitasi itu,” sampainya. (gus/one)

Editor : Jawanto Arifin
#viral #penganiayaan #bullying #probolinggo