PROBOLINGGO, Radar Bromo- Jembatan kereta api (KA) nomor BH.397 di kilometer 98+435 antara Stasiun Bayeman dengan Stasiun Probolinggo, diganti. Jembatan yang sebelumnya berupa baja, diganti beton. Tujuannya, mengurangi kerawanan dan meningkatkan kecepatan laju KA.
“Jembatan menjadi salah satu titik rawan dalam jalur KA, sehingga penggantian jembatan ini dilakukan untuk mengurangi kerawanan. Selain itu, juga sebagai upaya kami dalam peningkatan keselamatan perjalanan KA,” ujar Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro.
Penggantian jenis jembatan ini juga dalam rangka program peningkatan kecepatan KA yang sedang dilaksanakan KAI. “Saat ini, kecepatan KA antara Stasiun Probolinggo sampai Stasiun Pasuruan mencapai 90 km per jam. Jika nanti penggantian sudah selesai, maka kecepatan dapat ditingkatkan hingga 120 km per jam,” jelasnya.
Penambahan kecepatan ini akan berdampak terhadap waktu tempuh KA. Waktu perjalanan KA akan menjadi lebih singkat. “Penggantian jembatan baja menjadi jembatan beton juga akan memudahkan dalam perawatan jalur dan mengurangi tingkat kebisingan gesekan antarroda dengan rel,” jelas Cahyo.
Sementara itu, mandor proyek, Rudi Hartono, 50, mengatakan, pengerjaan jembatan ini sudah berlangsung 10 hari. Dimulai dengan pengerukan tanah dan pemasangan begesting. “Kami juga memasang paralon untuk jalur air di sungai. Sungainya kami bendung agar air tidak membasahi lantai kerja, tapi masih bisa mengalir melalui pipa tersebut,” katanya.
Rudi mengatakan, dimensi box culvert yang dipasang 5,75 meter dikali 4,40 meter dengan kedalaman bersih mencapai 1,65 meter. Setelah tulangan terpasang dengan rapi, baru akan dicor menggunakan ready mix. “Nanti rongga dalam untuk jalan air sekitar semeter. Kemungkinan jembatan ini akan selesai minggu depan,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando