Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Kedungsari-Maron Bangun Irigasi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Achmad Arianto • Selasa, 27 Agustus 2024 | 20:45 WIB

 

LEBIH MERATA: Bendahara Desa Kedungsari Samsul mengecek saluran irigasi di RT 3/RW 4, Dusun Krajan, yang baru selesai dibangun.
LEBIH MERATA: Bendahara Desa Kedungsari Samsul mengecek saluran irigasi di RT 3/RW 4, Dusun Krajan, yang baru selesai dibangun.

PEMERINTAH Desa Kedungsari, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, masih fokus terhadap pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur.

Namun, tak melupakan sektor lainnya. Seperti bidang kesehatan.

Mayoritas wilayah Desa Kedungsari memiliki lahan pertanian produktif. Tidak heran jika banyak warga setempat yang menggantungkan perekonomiannya dari sektor pertanian.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah desa setempat. Salah satunya dengan melakukan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur sektor pertanian.

SALURKAN: Kepala Desa Kedungsari Mahfud (paling kiri) saat menyalurkan BLT-DD kepada keluarga penerima manfaat.
SALURKAN: Kepala Desa Kedungsari Mahfud (paling kiri) saat menyalurkan BLT-DD kepada keluarga penerima manfaat.
KOMPAK: Kepala Desa Kedungsari Mahfud (pakai topi) saat musyawarah di pendopo kantor desa.
KOMPAK: Kepala Desa Kedungsari Mahfud (pakai topi) saat musyawarah di pendopo kantor desa.

“Masih banyak lahan pertanian produktif di Desa Kedungsari. (Irigasi) perlu kami bangun karena memang dibutuhkan untuk sektor pertanian,” ujar Kepala Desa Kedungsari Mahfud.

Pemerintah desa telah merealisasikan pembangunan irigasi sepanjang 110 meter di RT 3/RW 4, Dusun Krajan.

Wilayah ini memiliki wilayah lahan pertanian cukup luas. Terdapat 17 hektare lahan pertanian yang dapat dijangkau oleh saluran irigasi ini.

Dengan komoditas unggulan padi, jagung, tebu, dan tembakau.

Pemerintah desa membangun irigasi karena infrastruktur ini begitu dibutuhkan untuk mendongkrak hasil pertanian. Baiknya kondisi irigasi memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Mahfud menambahkan, bahwa sebenarnya ada beberapa irigasi yang perlu dibangun.

Namun, karena anggaran yang dimiliki pemerintah desa cukup terbatas, maka belum bisa dibangun sekaligus.

Meski demikian, pemerintah desa tetap berkomitmen pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Nanti tidak hanya irigasi, jalan usaha tani dan sarana prasarana lain yang dibutuhkan petani akan dipenuhi.

Dengan demikian, perlahan kesejahteraan masyarakat desa dapat terkatrol. Sektor pertanian juga semakin berkembang.

“Sebelumnya, irigasi berupa tanah. Saat debit air meningkat akan mengikis irigasi. Jika tidak dibangun, kondisi irigasi yang berada di pinggir jalan ini dalam jangka panjang akan jebol. Mengantisipasi itulah, perlu ada pembangunan dengan konstruksi yang lebih kuat,” jelasnya.

 

Perhatikan Tumbuh Kembang Balita

Pemerintah Desa Kedungsari begitu intens memperhatikan tumbuh kembang balita.

Karena mereka begitu rentan, sehingga perlu adanya peran serta pemerintah desa dalam menjaga kesehatannya. Salah satunya dengan memenuhi gizi hariannya.

KESEHATAN: Petugas posyandu desa sedang mengukur tinggi badan balita desa. Pemerintah desa turut memperhatikan tumbuh kembang balita.
KESEHATAN: Petugas posyandu desa sedang mengukur tinggi badan balita desa. Pemerintah desa turut memperhatikan tumbuh kembang balita.

Gizi yang tidak terpenuhi dengan baik, akan menyebabkan anak stunting.

Dalam jangka panjang, dampak stunting akan menyebabkan anak kesulitan belajar, penyakit jantung, dan pembuluh darah. Karenanya, pemenuhan gizi sangat diperlukan.

“Melalui Posyandu, kami galakkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita," ujar Kepala Desa Kedungsari Mahfud.

Pemerintah desa melaksanakan PMT melalui posyandu yang telah tersebar di seluruh dusun di Desa Kedungsari.

Dilakukan secara bergantian dan merata di enam posyandu. Meliputi Posyandu Srudin, 95 balita; Masjid, 50 balita; Kramat, 65 balita; Krajan, 30 balita; Lebbe, 35 balita; dan Gudang, 30 balita.

Dalam pelaksanaannya, bidan dan kader posyandu menyiapkan menu PMT yang bervariasi. Mulai dari lauk dan makanan, cemilan, hingga buah-buahan.

Menu yang disiapkan telah dihitung kadar gizinya, sehingga memenuhi kebutuhan gizi harian balita.

“Juga ada pemberian vitamin dan imunisasi pada balita. Pemerintah desa mengontrol langsung pelaksanaan posyandu. Agar kegiatan dan penyaluran PMT benar-benar berjalan baik. Harapannya, potensi stunting di desa bisa ditekan," ujarnya. (ar/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#desa kedungsari #transparansi desa #kecamatan maron