Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Maron Kulon Wujudkan Satu Dusun Satu Kandang Bebek

Achmad Arianto • Selasa, 20 Agustus 2024 | 18:05 WIB

 

SEHAT: Perangkat Desa Maron Kulon mengecek pertumbuhan bebek di kandang di Dusun Kramat. Pembesaran bebek terus dilaksanakan dan diperluas pada setiap dusun.
SEHAT: Perangkat Desa Maron Kulon mengecek pertumbuhan bebek di kandang di Dusun Kramat. Pembesaran bebek terus dilaksanakan dan diperluas pada setiap dusun.

PEMERINTAH Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron, berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat dari semua sektor.

Sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat, sehingga memberikan manfaat maksimal. Salah satunya melalui usaha pembesaran bebek.

Unit usaha pembesaran bebek menjadi salah satu program pemberdayaan unggulan Desa Maron Kulon.

Program ini sudah dijalankan sejak 2022. Usaha ini dipilih lantaran cocok dijalankan di desa dan cukup berpotensi.

Sekretaris Desa Maron Kulon Abdul Adhim mengatakan, pemerintah desa secara bertahap akan mewujudkan program satu dusun, satu kandang bebek.

KOMPAK: Kepala Desa Maron Kulon Hasan Basri bersama istri, Yuliati Ningsih.
KOMPAK: Kepala Desa Maron Kulon Hasan Basri bersama istri, Yuliati Ningsih.

Realisasinya disesuaikan kemampuan anggaran desa. Tahun ini, pemerintah desa telah membangun kandang bebek di tiga dusun.

Meliputi, Dusun Krajan, Dusun Sukun, dan Dusun Kramat. Masing-masing ukurannya 10 x 20 meter.

“Anggaran terbatas. Di desa ini ada 6 dusun. Tahun ini kami targetkan 3 dusun ada kandang bebek. Sisanya, kami rencanakan tahun depan,” katanya.

Unit usaha ini fokus terhadap pembesaran anakan bebek jenis peking. Pemerintah desa melakukan pemeliharaan bekerja sama dengan warga.

Masa pembesaran dibutuhkan waktu antara 30-40 hari. Atau, sampai berat bebek mencapai 1,3-1,5 kilogram.

Saat masuk masa panen, kata Abdul Adhim, sistem penjualan bebek dilakukan secara manual. Pengelola akan menjual kepada pedagang bebek atau warga yang datang ke kandang.

Juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pengepul bebek yang menyuplai daging bebek ke warung makan dan restoran di Bali, Sidoarjo, Surabaya, dan Madura.

“Sebelumnya desa juga sudah menjalankan unit usaha pembesaran bebek. Karena potensi dan hasilnya bagus, kami kembangkan ke tingkat dusun. Keuntungan dari usaha bebek nanti bisa jadi kas RT,” ujarnya.

 

Maksimalkan Peran PKK

Masyarakat sejahtera menjadi harapan setiap pemerintah desa. Termasuk Pemerintah Desa Maron Kulon. Mereka berupaya mewujudkan kesejahteraan warganya.

Salah satunya dengan memaksimalkan peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Sejatinya, PKK merupakan gerakan yang memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimulai dari unit terkecil, keluarga.

TEKAN STUNTING: Tim Penggerak PKK Desa Maron Kulon berfoto bersama ibu dan balita saat Lomba Balita Sehat. Lomba ini bertujuan menekan potensi stunting.
TEKAN STUNTING: Tim Penggerak PKK Desa Maron Kulon berfoto bersama ibu dan balita saat Lomba Balita Sehat. Lomba ini bertujuan menekan potensi stunting.
MAKSIMALKAN PEKARANGAN: Tim Penggerak PKK Desa Maron Kulon berfoto bersama usai kegiatan penanaman cabai dan sayuran. Kegiatan ini dilakukan untuk memaksimalkan pekarangan yang belum dimanfaatkan.
MAKSIMALKAN PEKARANGAN: Tim Penggerak PKK Desa Maron Kulon berfoto bersama usai kegiatan penanaman cabai dan sayuran. Kegiatan ini dilakukan untuk memaksimalkan pekarangan yang belum dimanfaatkan.

Dengan demikian, perlu ada peran dari kader PKK desa untuk turut merealisasikannya.

Peran PKK desa sangat penting, sebab mampu memahami kebutuhan warga.

“Kami maksimalkan pemberdayaan PKK. Ini merupakan corong dari kesejahteraan. Kegiatan rutin dilaksanakan sesuai kebutuhan,” ujar Sekretaris Desa Maron Kulon Abdul Adhim.

Demi terwujudnya kesejahteraan yang dicita-citakan, setiap pekan kader PKK Desa Maron Kulon melakukan pertemuan rutin di kantor desa.

Dibahas kegiatan apa yang dibutuhkan. Dilanjutkan dengan penyusunan rencana pelaksanaan.

Kegiatan yang dilakukan bersifat kondisional. Sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga perlu dan segera ditindaklanjuti.

Adhim mengatakan, ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan PKK. Di antaranya, lomba balita sehat.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengetahui kondisi balita sekaligus memotivasi ibu agar mencukupi kebutuhan gizi harian, sehingga balita lebih sehat.

Dalam jangka panjang, kegiatan ini bermanfaat untuk menurunkan potensi stunting.

Kegiatan lainnya menanam cabai dan sayuran di lahan pekarangan kosong. Tujuannya, untuk memaksimalkan lahan yang tidak terpakai agar lebih memiliki nilai guna dan manfaat.

Hasil panennya dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Atau, dapat dikonsumsi sendiri oleh keluarga.

“Pemberdayaan PKK sudah jalan. Kegiatan yang dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan. Agar kegiatan memiliki manfaat langsung pada masyarakat. Dan, kegiatan dilaksanakan berkelanjutan,” ujarnya. (ar/rud/*)

Editor : Jawanto Arifin
#ternak bebek #transparansi desa #desa maron kulon