PROBOLINGGO, Radar Bromo-Solar tercecer di jalanan Kota Probolinggo kembali membawa korban. Kali ini, tiga pelajar terjatuh usai.
Kamis (15/8) pagi, solar berceceran di tikungan Jalan Pahlawan, Kota Probolinggo.
Dampaknya, tiga pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang hendak berangkat sekolah tergelincir.
“Karena memang tumpahannya di pagi hari. Bertepatan dengan para pelajar berangkat sekolah. Mungkin tidak paham kalau ada tumpahan solar, sehingga jatuh,” ujar salah seorang warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Misnadi, 45.
Menurutnya, di lokasi ini sering terdapat tumpahan solar. Ia menduga adanya truk bermuatan solar yang berlebihan.
Sementara itu, tutup tangkinya tidak rapat, sehingga ketika jalanan menikung, solarnya tercecer.
“Biasanya memanjang dari utara hingga berbelok ke barat. Mayoritas di lajur kanan. Jadi, kendaraan yang dari arah utara hendak ke barat, yang lewat lajur kanan kebanyakan bakal jatuh. Sementara, yang melintasi lajur kiri biasanya masih aman,” jelas Misnadi.
Adanya tumpahan solar ini, sempat membuat arus lalu lintas terganggu.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Probolinggo yang mendapatkan laporan langsung turun tangan.
Proses pembersihan berlansung sekitar 10 menit mulai pukul 06.34 hingga pukul 06.44.
Lokasi dinyatatakan kondusif kembali pada pukul 06.45. “Kami langsung melakukan penyemprotan menggunakan 1 unit fire truck. Setelah disiram, bekas solarnya digosok menggunakan sapu lidi,” ujar Humas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nanang Effendi.
Berdasarkan data Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, sejak Januari hingga 15 Agustus 2024, telah terjadi 19 penanganan tumpahan solar di Kota Probolinggo.
Dari belasan kasus itu, ada tujuh kasus yang sampai makan korban. Syukur, tidak ada yang sampai meninggal dunia. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi