SUMBERASIH, Radar Bromo-Kecelakaan di perlintasan tanpa palang Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang menewaskan seorang pelajar menjadi perhatian serius PT KAI Daop 9 Jember.
Perlintasan sebidang tanpa palang pintu itu kini dipersempit.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, Rabu (31/7), pihaknya melakukan pemasangan delapan tiang di area perlintasan sebidang.
Lima tiang di sisi selatan dan tiga tiang di sisi utara. “Kami lakukan penyempitan akses. Agar kendaraan yang akan melintas mengurangi kecepatan dan ada kesempatan untuk tengok kanan kiri," katanya.
Menurutnya, kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar, Selasa (30/7), disebabkan korban yang tidak menengok ke kanan atau kiri sebelum menyeberang.
Sebelum melewati lokasi kejadian, masinis KA Sri Tanjung telah membunyikan suling lokomotif berulang-ulang.
Saat mendekati perlintasan, tiba-tiba ada sepeda motor yang melintas tanpa sempat berhenti dan menoleh.
Karena posisi sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak terhindarkan.
Akibatnya, salah seorang korban meninggal dunia dan korban lainnya terluka.
Selain itu, kata Cahyo, KA Sri Tanjung yang terlibat kecelakaan mengalami keterlambatan empat menit.
Pukul 15.48, KA berhenti untuk pemeriksaan rangkaian dan berangkat lagi pukul 15.52. Beruntung, hasil dari pemeriksaan lokomotif tidak ditemukan kerusakan.
Mendapati itu, Cahyo mengimbau masyarakat pengguna kendaraan yang akan melintas di perlintasan sebidang selalu berhati-hati.
“Pastikan aman sebelum melintasi rel kereta api dengan berhenti sejenak. Tengok kanan dan kiri serta memastikan tidak ada kereta yang mendekat,” katanya.
Diketahui, Selasa (30/7) sore, kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Pesisir.
Korbannya Imelda, 17, warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih. Ia ditemukan meninggal dunia sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.
Rekannya, Widya, 17, warga Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, terpental sekitar 5 meter dari lokasi kejadian. Ia selamat. (mg2/rud)
Editor : Muhammad Fahmi