Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Kecelakaan Renggut Korban Jiwa Pelajar, Daop 9 Jember Persempit Perlintasan KA Sebidang Sumberasih Probolinggo

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 2 Agustus 2024 | 02:22 WIB

 

DIPERSEMPIT: Petugas dari PT KAI Daop 9 Jember  memasang patok untuk mempersempit perlintasan KA di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih. Agar pengendara yang melintas lebih hati-hati.
DIPERSEMPIT: Petugas dari PT KAI Daop 9 Jember memasang patok untuk mempersempit perlintasan KA di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih. Agar pengendara yang melintas lebih hati-hati.

SUMBERASIH, Radar Bromo-Kecelakaan di perlintasan tanpa palang Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang menewaskan seorang pelajar menjadi perhatian serius PT KAI Daop 9 Jember.

Perlintasan sebidang tanpa palang pintu itu kini dipersempit.

Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, Rabu (31/7), pihaknya melakukan pemasangan delapan tiang di area perlintasan sebidang.

Lima tiang di sisi selatan dan tiga tiang di sisi utara. “Kami lakukan penyempitan akses. Agar kendaraan yang akan melintas mengurangi kecepatan dan ada kesempatan untuk tengok kanan kiri," katanya.

Menurutnya, kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar, Selasa (30/7), disebabkan korban yang tidak menengok ke kanan atau kiri sebelum menyeberang.

Sebelum melewati lokasi kejadian, masinis KA Sri Tanjung telah membunyikan suling lokomotif berulang-ulang.

Saat mendekati perlintasan, tiba-tiba ada sepeda motor yang melintas tanpa sempat berhenti dan menoleh.

Karena posisi sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak terhindarkan.

Akibatnya, salah seorang korban meninggal dunia dan korban lainnya terluka.

Selain itu, kata Cahyo, KA Sri Tanjung yang terlibat kecelakaan mengalami keterlambatan empat menit.

Pukul 15.48, KA berhenti untuk pemeriksaan rangkaian dan berangkat lagi pukul 15.52. Beruntung, hasil dari pemeriksaan lokomotif tidak ditemukan kerusakan.

Mendapati itu, Cahyo mengimbau masyarakat pengguna kendaraan yang akan melintas di perlintasan sebidang selalu berhati-hati.

“Pastikan aman sebelum melintasi rel kereta api dengan berhenti sejenak. Tengok kanan dan kiri serta memastikan tidak ada kereta yang mendekat,” katanya.

Diketahui, Selasa (30/7) sore, kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Pesisir.

Korbannya Imelda, 17, warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih. Ia ditemukan meninggal dunia sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.

Rekannya, Widya, 17, warga Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, terpental sekitar 5 meter dari lokasi kejadian. Ia selamat. (mg2/rud)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#perlintasan tanpa palang #sri tanjung #kecelakaan kereta #daop 9 jember